Friday, May 29, 2009

_PosiTiVe ThiNkinG_

Yoo.. akhirnya FeNFenD bisa mencapai postingan ke 3 bulan ini. Today Topic is Positive Thinking? What is the meaning of Positive Thinking? Let's read the story below~



Sebuah kisah nyata...


Ada seorang ibu rumah tangga yang memiliki 4 anak laki-laki. Urusan belanja, cucian, makan, kebersihan & kerapihan rumah dapat ditanganinya dengan baik. Rumah tampak selalu rapih, bersih & teratur dan suami serta anak-anaknya sangat menghargai pengabdiannya itu.

Cuma ada satu masalah, ibu yg pembersih ini sangat tidak suka kalau karpet di rumahnya kotor. Ia bisa meledak dan marah berkepanjangan hanya gara-gara melihat jejak sepatu di atas karpet, dan suasana tidak enak akan berlangsung seharian. Padahal, dengan 4 anak laki-laki di rumah, hal ini mudah sekali terjadi terjadi dan menyiksanya.

Atas saran keluarganya, ia pergi menemui seorang psikolog bernama Virginia Satir, dan menceritakan masalahnya. Setelah mendengarkan cerita sang ibu dengan penuh perhatian, Virginia Satir tersenyum & berkata kepada sang ibu :

"Ibu harap tutup mata ibu dan bayangkan apa yang akan saya katakan" Ibu itu kemudian menutup matanya.

"Bayangkan rumah ibu yang rapih dan karpet ibu yang bersih mengembang, tak ternoda, tanpa kotoran, tanpa jejak sepatu, bagaimana perasaan ibu?"Sambil tetap menutup mata, senyum ibu itu merekah, mukanya yg murung berubah cerah. Ia tampak senang dengan bayangan yang dilihatnya.

Virginia Satir melanjutkan; "Itu artinya tidak ada seorangpun di rumah ibu. Tak ada suami, tak ada anak-anak, tak terdengar gurau canda dan tawa ceria mereka.
Rumah ibu sepi dan kosong tanpa orang-orang yang ibu kasihi". Seketika muka ibu itu berubah keruh, senyumnya langsung menghilang, napasnya mengandung isak.
Perasaannya terguncang. Pikirannya langsung cemas membayangkan apa yang tengah terjadi pada suami dan anak-anaknya.

"Sekarang lihat kembali karpet itu, ibu melihat jejak sepatu & kotoran di sana, artinya suami dan anak-anak ibu ada di rumah, orang-orang yang ibu cintai ada bersama ibu dan kehadiran mereka menghangatkan hati ibu". Ibu itu mulai tersenyum kembali, ia merasa nyaman dengan visualisasi tsb.

"Sekarang bukalah mata ibu" Ibu itu membuka matanya "Bagaimana, apakah karpet kotor masih menjadi masalah buat ibu?"

Ibu itu tersenyum dan menggelengkan kepalanya. "Aku tahu maksud anda" ujar sang ibu, "Jika kita melihat dengan sudut yang tepat, maka hal yang tampak negatif dapat dilihat secara positif".

Sejak saat itu, sang ibu tak pernah lagi mengeluh soal karpetnya yang kotor, karena setiap melihat jejak sepatu disana, ia tahu, keluarga yg dikasihinya ada di rumah.

Kisah di atas adalah kisah nyata. Virginia Satir adalah seorang psikolog terkenal yang mengilhami Richard Binder & John Adler untuk menciptakan NLP (Neurolinguistic Programming). Dan teknik yang dipakainya di atas disebut Reframing, yaitu bagaimana kita 'membingkai ulang' sudut pandang kita sehingga sesuatu yg tadinya negatif dapat menjadi positif, salah satu caranya dengan mengubah sudut pandangnya.

End Of Story


Contoh-contoh pengubahan sudut pandang :

1. Untuk istri yang mengatakan malam ini kita hanya makan mie instan, karena itu artinya ia bersamaku bukan dengan orang lain.

2. Untuk suami yang hanya duduk malas di sofa menonton TV, karena itu artinya ia berada di rumah dan bukan di bar, kafe, atau di tempat mesum.

3. Untuk anak-anak yang ribut mengeluh tentang banyak hal, karena itu artinya mereka di rumah dan tidak jadi anak jalanan.

4. Untuk Tagihan Pajak yang cukup besar, karena itu artinya saya bekerja dan digaji tinggi.

5. Untuk sampah dan kotoran bekas pesta yang harus saya bersihkan, karena itu artinya keluarga kami dikelilingi banyak teman.

6. Untuk pakaian yang mulai kesempitan, karena itu artinya saya cukup makan.

7. Untuk rasa lelah, capai dan penat di penghujung hari, karena itu
artinya saya masih mampu bekerja keras.

8. Untuk semua kritik yang saya dengar tentang pemerintah, karena itu artinya masih ada kebebasan berpendapat.

9. Untuk bunyi alarm keras jam 6 pagi yg membangunkan saya, karena itu artinya saya masih bisa terbangun, masih hidup.

10. Untuk gosip-gosip yg menerpa saya, karena itu artinya saya adalah seorang aktor/artis yang terkenal, yang tidak lepas dari gosip. Hohoho... ^o^


Lanjutkan sendiri yah dari 11 sampai seterusnya... cape klo ketik kebanyakan contoh-contohnya nih. ^^v Hmm... apa lagi yah yang mau diketik... bingung juga nih ^^? Sekian aja deh.

Action and reaction, ebb and flow, trial and error, all of this is the rhythm of living.

Salam FeNFenD

~(o^_^o)~

Wednesday, May 13, 2009

Pendapat

Halo... Setelah beberapa kali FeNFenD menulis dan menceritakan tentang kerjaan.. kerjaan.. dan kerjaan.. yang mungkin akan membuat orang yang membaca blog FeNFenD ini merasa bosan. Yuq kita bahas tentang acara hiburan yang ditayangkan di pertelevisian Indonesia. Misalnya Sinetron.. Acara Pencarian Bakat.. Dll... Tapi yang menarik Perhatian FeNFenD belakangan ini adalah acara T** M***r yang ditayangkan salah satu TV Swasta Indonesia.


Belakangan ini pertelevisian Indonesia diramaikan dengan tontonan/pertunjukan sulap. Ada pro dan kontra dari tontonan/pertunjukan. Ada yang mengatakan kalau itu membodohi masyarakat, ada yang bilang semua itu cuma skrenario, dll dll. Ya.. klo menurut FeNFenD sah-sah saja kok orang berpendapat begitu, tapi kadang pendapat-pendapat yang dinyatakan sangat menggelikan... Toh namanya acara hiburan kenapa perlu ada kata "membodohi masyarakat" itu.

Hal tersebut menunjukkan bahwa orang yang mengatakan begitu tidak bisa menghargai karya orang lain yang sudah bersusah payah menyajikan sesuatu untuk menghibur masyarakat luas, bisanya cuma menyela dan menyela.

Bayangkan saja tontonan-tontonan di pertelevisian Indonesia sekarang yang berupa reality show, sinetron, pencarian bakat dll, apakah itu termasuk Pembodohan Masyarakat? Kalau mereka yang bisa berkata begitu dan mengomentari semua secara detail, bukankah mereka secara tidak langsung ikut menonton dan menikmati acara yang mereka katakan "membodohi masyarat"? Lucu juga yah ada komentar begitu keluar dari mulut orang, yang sebenarnya juga secara tidak langsung menikmati tontonan yang ditayangkan itu karena dia memperhatikan sampai sedetail-detailnya kesalahan atau mencari kesalahan yang ada di tontonan tersebut.


Hmm... Tapi mari kita berpikir positif saja dan dengan menulis hal tentang ini FeNFenD tidak bermaksud menyinggung orang tertentu yang mengemukakan pendapat tersebut, dan FeNFenD juga tidak berpihak pada pihak atau orang yang membuat acara itu. Menurut FeNFenD orang-orang yang berpendapat begitu adalah orang yang "Kritis" dan "Perfectionist". Tapi apakah di balik sifat mereka yang "Kristis" dan "Perfectionist" itu ada sifat menghargai karya orang lain?


Renungan:
Boleh saja kita berpendapat tentang karya atau sifat orang lain, tapi apa tidak lebih baiknya kita melihat diri kita sendiri terlebih dahulu?; apa yang kita dapat dari mereka dan bisakah kita melakukannya juga?; dan betapa susahnya mereka berusaha untuk menghasilkan buah pikiran untuk menghibur kita? (walaupun mereka mendapatkan bayaran) ^^


"If you can, help others; if you cannot do that, at least do not harm them. "
by Dalai Lama



Salam FeNFenD
~(o^_^o)~


Wednesday, May 06, 2009

Makna Pekerjaan

Yoo... Balik lagi bersama FeNFenD disini... Let's check this out 1st... :)

Beberapa waktu yang lalu saya memberikan pelatihan mengenai sikap kerja disebuah hotel berbintang lima di Singapura. Salah satu peserta pelatihan adalah Pak Lim, seorang pria berusia 60 tahunan yang bekerja di hotel tersebut.Bagi saya pekerjaan sehari-hari Pak Lim sangatlah monoton dan membosankan. Setiap hari, dengan membawa sebuah daftar, dia mengecek engsel pintu setiap kamar hotel.

Saya akan menceritakan sedikit bagaimana tugas Pak Lim sebenarnya. Pak Lim memulai rangkaian tugasnya dengan mengecek engsel pintu pintu kamar 1001 dan memastikan bahwa engsel dan fungsi kunci pintu berfungsi dengan baik. Pengecekan yang dilakukannya bukanlah pengecekan "seadanya", namun pengecekan yang saksama di setiap engsel dan memastikan bahwa setiap pintu bisa dibuka-tutup tanpa masalah.

Untuk mengecek satu pintu saja, Pak Lim berulang kali membukan dan menutup pintu tersebut hanya untuk memastikan bahwa semuanya berfungsi dengan baik. Barulah setelah puas, dia memberi paraf pada daftar yang dibawanya dan mengecek pintu kamar berikutnya, kamar 1002, dia melakukan hal yang sama, begitu seterusnya. Dalam sehari, Pak Lim bisa mengecek pintu 30 kamar.Anda tentu bertanya, berapa hari waktu yang dibutuhkan Pak Lim untuk mengecek pintu semua kamar di hotel itu. kurang lebih sebulan ! Tidak mengejutkan sebenarnya karena hotel berbintang lima ini memiliki sekitar 600 kamar.Tugas pengecekan Pak Lim dapat diibaratkan sebagai lingkaran. Setelah pintu kamar terakhir selesai dicek, Pak Lim akan kembali lagi kekamar pertama, kamar 1001.

Rangkaian tugas ini terus berjalan seperti itu, dari hari ke hari, bulan ke bulan, tahun demi tahun.Pekerjaan semacam ini jelas merupakan pekerjaan monoton, tanpa variasi dan membosankan! saya sendiri tidak habis pikir, bagaimana mungkin Pak Lim masih bisa cermat dan teliti mengecek setiap engsel pintu dalam menjalani tugas yang membosankan ini. saya membayangkan, seandainya saya sendiri yang diminta melakukan hal semacam ini, mungkin saya akan memeriksa setiap engsel sekedarnya saja.

Karena sangat penasaran, suatu hari saya bertanya kepada Pak Lim apa yang sebenarnya membuatnya begitu tekun menjalani pekerjaan rutin itu. Jawabannya sungguh diluar dugaan saya.Dia mengatakan,"James, dari pertanyaan Anda, saya bisa menyimpulkan bahwa Anda tidak mengerti pekerjaan saya. Pekerjaan saya bukan sekedar memeriksa engsel, tetapi lebih dari itu. Begini. Tamu-tamu kami di hotel berbintang lima ini jelas bukan orang sembarangan. Mereka biasanya adalah Kepala Keluarga, CEO sebuah perusahaan, Direktur atau Manajer Senior. Dan saya tahu mereka semua jelas bertanggung jawab atas kehidupan keluarga mereka, dan juga banyak karyawan dibawahnya yang jumlahnya mungkin 20 orang, 100 atau bahkan ribuan orang."Nah, kalau sesuatu yang buruk terjadi di hotel ini, misalnya saja kebakaran dan pintu tidak bisa dibuka karena engselnya rusak, mereka bisa meninggal didalam kamar.

Akibatnya bisa Anda bayangkan, pasti sangat mengerikan, bukan hanya untuk reputasi hotel ini, tetapi juga bagi keluarga mereka, karyawan yang berada dibawah tanggungan mereka.Keluarga mereka akan kehilangan sosok Kepala Keluarga yang menafkahi mereka dan karyawan mereka akan kehilangan sorang pimpinan senior yang bisa jadi mengganggu kelancaran perusahaan. Sekarang Anda mungkin dapat mengerti bahwa tugas saya bukan sekedar memeriksa engsel, tapi menyelamatkan Kepala Keluarga dan Pimpinan unit bisnis sebuah perusahaan.

Jadi, jangan meremehkan tugas saya."Saya benar-benar terperangah mendengar penjelasan panjang lebar Pak Lim. Dari situlah saya mengerti bahwa jika seseorang tahu benar makna dibalik pekerjaannya, dia akan melakukan pekerjaannya dengan bangga, dengan senang hati, dengan penuh tanggung jawab. Sebaliknya, seandainya saja Pak Lim tidak mengerti makna pekerjaannya, dia akan mengatakan bahwa tugasnya hanya sebagai tukang periksa engsel.

Sekarang, coba tanyakan pada diri sendiri. Apakah anda tahu benar makna dibalik pekerjaan Anda? Katakanlah Anda adalah seorang Staff, Kepala Bagian, Manajer unit bisnis, Kadiv, apakah Anda tahu makna dibalik pekerjaan anda sebagai seorang Staff, Kepala Bagian, Manajer atau Kadiv ?Ingatlah bahwa jika seorang tahu makna pekerjaannya, dia pasti akan melakukan pekerjaan dengan rasa bangga, dan yang terpenting, dia akan membuat pekerjaannya penuh arti, bagi dirinya, bagi keluarganya dan bagi perusahaannya.

By James Gwee

Bagaimana teman-teman yang sudah membaca cerita di atas? Ada masukan? Apakah anda termasuk orang seperti Pak Lim? atau mungkin anda punya makna lainnya? Ya semua berbalik lagi kepada anda sekalian. Salam FeNFenD.

"Being busy does not always mean real work. The object of all work is production or accomplishment and to either of these ends there must be forethought, system, planning, intelligence, and honest purpose, as well as perspiration. Seeming to do is not doing."
Thomas A. Edison


~(o^_^o)~

Thursday, April 30, 2009

Motivasi Kerja

29 April 2009 seseorang yang bekerja di perusahaan tempat FeNFenD bekerja mengundurkan diri. Beliau mengundurkan diri setelah puluhan tahun bekerja di perusahaan ini. Mengapa beliau mengundurkan diri? Apa sudah bosan, suasana kerja kurang mendukung, management perusahaan yang tidak cocok untuk karyawan, gaji kurang, fasilitas tidak memadai, atau ada perbedaan status karyawan (karyawan yang lebih junior mendapatkan sesuatu yang lebih daripada karyawan senior misalnya)?

Terus sebelumnya karyawan-karyawan IT di perusahaan tempat FeNFenD bekerja ini rata-rata kerjanya sekitar 1 tahunan saja (Klo FeNFenD sampai sekarang kira-kira sudah bekerja 1 tahun 2 bulan). Kenapa umur kerja karyawan IT di perusahaan ini cuma 1 tahunan? Adakah yang salah dengan karyawannya atau ada yang salah dengan perusahaannya? Terus ada 1 lagi teman blog FeNFenD yang sudah bekerja sebagai "Bos Kecil" di perusahaan Orang Tuanya dan akhirnya dia resign juga jadi "Bos Kecil". (FeNFenD yakin pasti belum 10 tahunan dia bekerja di perusahaan itu) Apakah anak muda zaman sekarang mental dan tingkat kebosanan dalam bekerja sangat rendah atau motivasi kerja orang zaman sekarang yang tidak beres? Hmmm... Mari kita kesampingkan semua itu. Berikut ini FeNFenD mengutip dari internet tentang "Menjaga Motivasi Karyawan". Yuq dibaca...

1. Jangan mengkritik karyawan di hadapan orang lain.
Ini adalah pembunuh motivasi nomor satu. Jangan permalukan karyawan di hadapan orang lain. Meski anda mengatakan sesuatu yang menurut anda benar, namun mengkritiknya di depan umum, dapat melukai perasaannya. Kritik anda dapat meninggalkan bekas luka dalam yang mengubah motivasi menjadi sakit hati dan dendam berkepanjangan.

2. Jangan menghina/merendahkan karyawan.
Melontarkan kata-kata seperti, "bodoh", "goblok", atau kata-kata penuh hinaan lain adalah tindakan yang harus dihindari jauh-jauh. Berhati-hatilah dengan perkataan anda. Jangan sepelekan orang lain. Mereka takkan melakukan sesuatu yang anda inginkan dengan baik jika anda sendiri menganggap mereka tidak becus.

3. Jangan menganggap karyawan sebagai alat.
Sebagai manajer, anda memang menggunakan orang lain untuk mencapai tujuan. Namun, jika anda bersikap seolah-olah memperalat karyawan demi tujuan anda sendiri, anda akan kehilangan simpati dan motivasi karyawan untuk mau bekerja pada anda. Libatkan karyawan pada tujuan bersama. Tunjukkan bahwa anda bersama mereka sedang mencapai tujuan demi keberhasilan bersama.

4. Jangan berlaku tidak adil.
Adalah wajar jika anda senang pada karyawan-karyawan terbaik anda. Namun itu bukan alasan untuk berlaku tidak adil. Perlakuan diskriminatif mudah sekali menjatuhkan semangat seluruh karyawan. Terlebih lagi bila anda tak sadar sedang "dijilat" oleh karyawan yang anda sukai.

5. Jangan hanya memikirkan diri sendiri.
Bagaimana perasaan anda saat mendengar atasan membanggakan dan memikirkan kepentingan dirinya sendiri. Anda mungkin merasa direndahkan secara tak langsung. Atau anda mungkin merasa atasan anda sedang mengambil keuntungan dari anda. Maka, itu pulalah yang dirasakan oleh karyawan anda jika anda hanya berpusat pada diri sendiri dan tak memberikan perhatian pada mereka.

6. Jangan ragu-ragu dalam mengambil keputusan.
Karyawan membutuhkan sebuah keputusan yang tegas, segera, namun bijaksana dari atasannya. Jika anda tampak bimbang dengan keputusan anda sendiri, karyawan akan merasa lebih bimbang lagi. Ini cepat sekali menjegal motivasi. Bukan hanya itu, mereka mungkin tak lagi mempercayai kemampuan diri mereka sendiri juga anda.

7. Jangan melemparkan tanggung jawab.
Tugas manajer adalah membimbing karyawan agar lebih baik dan berhasil. Salah satunya adalah dengan mendelegasikan wewenang. Tapi itu bukan berarti anda terlepas dari tanggung jawab atas tugas tersebut. Melemparkan tanggung jawab dapat meruntuhkan kepercayaan mereka pada anda sebagai seorang pemimpin. Di saat-saat sulit, tunjukkan tanggung jawab anda. Ini menumbuhkan hormat pada anda.

8. Jangan kaku, namun jangan turunkan standar kualitas anda.
Situasi tidak selalu berjalan sebagaimana diharapkan. Anda harus bersikap tegas, namun jangan diartikan sebagai sikap kaku. Terbuka dan terimalah masukan-masukan dari karyawan anda. Namun, anda tetap harus menjaga standar kualitas yang anda inginkan. Jika anda toleran terhadap sebuah kelemahan, anda menurunkan moral karyawan lain yang memiliki inisiatif tinggi.

9. Jangan menunjukkan ketidakpercayaan.
Kunci memotivasi orang adalah memberikan kepercayaan pada mereka. Sebaliknya, mematikan motivasi karyawan paling mudah dilakukan dengan mencabut kembali kepercayaan itu. Sepatah ucapan yang menunjukkan ketidakpercayaan sudah cukup untuk menyingkirkan motivasi mereka.

10. Jangan acuh tak acuh pada karyawan.
Jika anda ingin meruntuhkan motivasi karyawan, jangan berikan perhatian apa pun pada mereka. Jangan beri umpan balik. Jangan ingat kejadian-kejadian penting dalam hidup mereka. Jangan berikan waktu bagi mereka untuk berbincang-bincang. Jauh lebih mudah mematahkan semangat, ketimbang membangunnya. Untuk itu, hindari hal-hal yang bisa membunuh motivasi karyawan. Dan itu, berarti menjaga tindakan anda sendiri.

Apakah semua hal di atas adalah benar dan harus dijalankan oleh semua orang? Hmm.. benar atau tidaknya ya tergantung bagaimana kita mencernanya. Menurut FeNFenD segala sesuatu pasti ada pro dan kontra, tidak baik semua hal kita terima tanpa memfilternya terlebih dahulu, walaupun itu mungkin adalah masukan dari orang yang kita anggap super atau hebat sekali. Ingat sepandai-pandainya tupai melompat pasti akan jatuh juga.

Salam FeNFenD
~(o^_^0)~

Wednesday, April 08, 2009

Masa Depan

Kita tidak pernah tahu apa yang menanti kita di depan sana (masa depan). Benarkah itu? Jadi apa yang kita perbuat sekarang kita tidak akan bisa tahu hasilnya di masa depan? Terus kenapa ada kata
"Jangan Lakukan Itu Nak Pikirkan Masa Depan Kamu?" (Kalimat klasik yang biasa diucapkan orang tua ke anak-anaknya sebagai nasihat)
Seperti biasa ada selipan cerita... Yuq dibaca..


Ada dua orang India sedang mengarungi badai salju di pegunungan Himalaya. Mereka berjalan dengan susah payah karena udara yang sangat dingin terasa sampai ke sumsum tulang dan terpaan angin dingin juga menambah beratnya perjalanan mereka.

Di tengah perjalanan tiba-tiba mereka bertemu dengan seorang laki-laki yang tergeletak di pinggir jalan. Karena kasihan melihat keadaan orang itu, orang India yang pertama berkata kepada temannya, " Orang ini masih hidup. Kasihan sekali kalau dia dibiarkan tergeletak di sini, dia pasti akan meninggal, mari kita tolong dia." Tapi temannya menjawab," Bagaimana kita bisa menolongnya kalau membawa diri sendiri saja sudah sangat susah di tengah badai seperti ini. Kalau kau ingin membawanya, silahkan, tapi aku tidak akan menolongmu.

"Maka orang yang pertama dengan sangat susah payah memanggul tubuh orang yang tak berdaya itu sedangkan temannya lebih dulu melanjutkan perjalanan sendirian. Orang India yang pertama memang pada awalnya merasa perjalannya sangat berat karena beratnya tubuh orang yang dipanggulnya itu, tapi lama kelamaan ia tidak terlalu merasa kedinginan lagi karena kehangatan tubuh orang yang dipanggulnya itu juga menjalar ke tubuhnya, maka ia terus berjalan dengan pelan-pelan.

Kemudian di tepi perjalanan, dia melihat satu orang lagi yang tergeletak di tengah jalan, ketika ia memperhatikan lebih dekat orang itu sudah meninggal dunia dan dia adalah teman seperjalanannya tadi.Jadi karena tidak tahan terhadap cuaca yang sangat dingin itu, temannya itu akhirnya meninggal dunia karena kedinginan, sedangkan ia tertolong oleh panas tubuh orang yang ditolongnya itu.Maka Anda lihat bukan, bahwa karena niatnya untuk menolong orang lain, sebenarnya dia telah menolong dirinya sendiri, jadi banyak-banyaklah berbuat baik terhadap siapa saja tak peduli betapa sulit pun keadaan kita. Karena kita tidak pernah tahu apa yang menanti kita di depan sana.

End



Hmm... Klo diliat dari cerita di atas kita benar-benar tidak akan bisa mengetahui akan masa depan kita. Jadi yang namanya peramal yang katanya bisa melihat masa depan itu namanya penipu dunk? (Peaceee....) Ya menurut FeNFenD masa depan memang gak dapat kita ketahui, tapi kita paling ngak bisa tahu apa yang akan kita dapatkan di masa depan dari hasil jerih payah kita / perjuangan kita. Gak mungkin dunk kita gak mendapatkan sesuatu yang baik kalau kita mengerjakan atau memperjuangkan hal yang baik sekarang? Coba renungkan... Ciaoooo..

~(o^_^o)~

Wednesday, March 18, 2009

Kekuatan Kata atau Kekuatan Air?

Haloooo semua.....

Hari ini tidak ada kejadian yang menarik, jadi seperti biasa kerjanya cuma browsing-browsing di kantor dan mencari informasi yang menarik. Dan ada satu artikel menarik yang FeNFenD temukan.



Berikut Artikelnya :

Ada suatu penelitian di Jepang

2 buah gelas di isi air yang di ambil dari sumber yang sama, satu di label A dan satu B

Pada kedua gelas di beri tulisan menghadap ke dalam (ke air)

Pada gelas A di beri tulisan kata-kata pujian : Kau air yg bening, sejuk, menyegarkan.

Pada gelas B di beri tulisan kata-kata makian : Kau air keruh, kotor, bau.

Kedua gelas di tutup dan tidak di sentuh sama sekali selama beberapa waktu. Kemudian setelah waktu yang di tentukan, tutup di buka, kertas di lepas. Dan ternyata; gelas A = air menjadi sangat jernih sedangkan gelas B = air menjadi kotor bahkan bau.

-End-


Hmm... Benarkah sebuah "Kata" sehebat itu ataukah segelas "Air" yang memiliki kekuatan layaknya makhluk hidup yang bisa terpengaruh oleh kata-kata? Secara ilmiah memang susah dijelaskan. Oh iya... dulu FeNFenD pernah punya pengalaman pergi ke kantor Nokia Siemens Network bersama boss dan beberapa staff kantor untuk melakukan presentasi. Dan yang menarik perhatian FeNFenD didalam presentasi itu, orang-orang dari Nokia Siemens Network masing-masing membawa segelas air minum yang dimana pada gelas tersebut bertuliskan kata "Happy" dan "Semangat"
Bisakah yang meminum dari gelas air itu jadi "Happy" dan "Semangat" ?? Jadi mau coba... hohoho
Sekian dulu deh... Ciao..

~(o^_^o)~

Wednesday, March 11, 2009

Kekuatan Kata

Yo balik lagi bersama FeNFenD disini... ^^ Duh bulan lalu cuma posting sekali aja ya di blog.. Tadi siang ada teman yang komplain dan tanya dimana postingan yang baru. Habis itu ngobrol ngarol ngidul deh di chattingan FB. Mengingat masa kuliah dulu yang sering chatting ampe gak ingat waktu dll.. dll. Trus ada satu hal yang menarik yang saya tangkap dari chattingan bersama teman yang sudah saya kenal bertahun-tahun itu, tapi belum pernah bertatap muka sama sekali. Yang menarik dalam permbicaraan FeNFend itu tentang pengaruh chattingan ya dengan sedikit bumbu-bumbu yang dinamakan "flirting" alias gombal, dan akhirnya bener-bener kejadian lawan bicaranya ampe terkena gombalan mautnya dan akhirnya... terserah anda... huehehehe. Aneh yah padahal lewat chatting aja kenapa orang bisa digombalin?
Nih seperti biasa ada selipan cerita menarik yang berhubungan.. selamat membaca...
Dua orang pria, keduanya menderita sakit keras, sedang dirawat di sebuah kamar rumah sakit. Seorang di antaranya menderita suatu penyakit yang mengharuskannya duduk di tempat tidur selama satu jam di setiap sore untuk mengosongkan cairan dari paru-parunya. Kebetulan, tempat tidurnya berada tepat di sisi jendela satu-satunya yang ada di kamar itu.

Sedangkan pria yang lain harus berbaring lurus di atas punggungnya. Setiap hari mereka saling bercakap-cakap selama berjam-jam. Mereka membicarakan istri dan keluarga, rumah, pekerjaan, keterlibatan mereka di ketentaraan, dan tempat-tempat yang pernah mereka kunjungi selama liburan.

Setiap sore, ketika pria yang tempat tidurnya berada dekat jendela di perbolehkan untuk duduk, ia menceritakan tentang apa yang terlihat di luar jendela kepada rekan sekamarnya. Selama satu jam itulah, pria ke dua merasa begitu senang dan bergairah membayangkan betapa luas dan indahnya semua kegiatan dan warna-warna indah yang ada di luar sana.

"Di luar jendela, tampak sebuah taman dengan kolam yang indah. Itik dan angsa berenang-renang cantik, sedangkan anak-anak bermain dengan perahu-perahu mainan. Beberapa pasangan berjalan bergandengan di tengah taman yang dipenuhi dengan berbagai macam bunga berwarnakan pelangi. Sebuah pohon tua besar menghiasi taman itu. Jauh di atas sana terlihat kaki langit kota yang mempesona. Suatu senja yang indah."

Pria pertama itu menceritakan keadaan di luar jendela dengan detil, sedangkan pria yang lain berbaring memejamkan mata membayangkan semua keindahan pemandangan itu. Perasaannya menjadi lebih tenang, dalam menjalani kesehariannya di rumah sakit itu. Semangat hidupnya menjadi lebih kuat, percaya dirinya bertambah.

Pada suatu sore yang lain, pria yang duduk didekat jendela menceritakan tentang parade karnaval yang sedang melintas. Meski pria yang ke dua tidak dapat mendengar suara parade itu, namun ia dapat melihatnya melalui pandangan mata pria yang pertama yang menggambarkan semua itu dengan kata-kata yang indah.

Begitulah seterusnya, dari hari ke hari. Dan, satu minggu pun berlalu.

Suatu pagi, perawat datang membawa sebaskom air hangat untuk mandi. Ia mendapati ternyata pria yang berbaring di dekat jendela itu telah meninggal dunia dengan tenang dalam tidurnya. Perawat itu menjadi sedih lalu memanggil perawat lain untuk memindahkannya ke ruang jenazah. Kemudian pria yang kedua ini meminta pada perawat agar ia bisa dipindahkan ketempat tidur di dekat jendela itu. Perawat itu menuruti kemauannya dengan senang hati dan mempersiapkan segala sesuatunya. Ketika semuanya selesai, ia meninggalkan pria tadi seorang
diri dalam kamar.

Dengan perlahan dan kesakitan, pria ini memaksakan dirinya untuk bangun. Ia ingin sekali melihat keindahan dunia luar melalui jendela itu. Betapa senangnya, akhirnya ia bisa melihat sendiri dan menikmati semua keindahan itu. Hatinya tegang, perlahan ia menjengukkan kepalanya ke jendela di samping tempat tidurnya. Apa yang dilihatnya?

Ternyata, jendela itu menghadap ke sebuah TEMBOK KOSONG!!!

Ia berseru memanggil perawat dan menanyakan apa yang membuat teman pria yang sudah wafat tadi bercerita seolah-olah melihat semua pemandangan yang luar biasa indah di balik jendela itu. Perawat itu menjawab bahwa sesungguhnya pria tadi adalah seorang yang BUTA bahkan tidak bisa melihat tembok sekalipun.

"Barangkali ia ingin memberimu semangat hidup" kata perawat itu.

Renungan:

Kita percaya, setiap kata selalu bermakna bagi setiap orang yang mendengarnya. Setiap kata, adalah layaknya pemicu, yang mampu menelisik sisi terdalam hati manusia, dan membuat kita melakukan sesuatu. Kata-kata, akan selalu memacu dan memicu kita untuk menggerakkan setiap anggota tubuh kita, dalam berpikir, dan bertindak.

Kita percaya, dalam kata-kata, tersimpan kekuatan yang sangat kuat. Dan kita telah sama-sama melihatnya dalam cerita tadi. Kekuatan kata-kata, akan selalu hadir pada kita yang percaya.

Kita percaya, kata-kata yang santun, sopan, penuh dengan motivasi, bernilai dukungan, memberikan kontribusi positif dalam setiap langkah manusia. Ujaran-ujaran yang bersemangat, tutur kata yang membangun, selalu menghadirkan sisi terbaik dalam hidup kita. Ada hal-hal yang mempesona saat kita mampu memberikan kebahagiaan kepada orang lain. Menyampaikan keburukan, sebanding dengan setengah kemuraman, namun, menyampaikan kebahagiaan akan melipat gandakan kebahagiaan itu sendiri. Jadi jangan bermain-main dengan kata dan jangan menyakiti orang dengan kata-kata yang tajam karena itu akan meninggalkan bekas yang sangat mendalam bagi orang yang tidak bisa menerima kata yang diucapkan tersebut. Ingat!!! jangan karena setitik Nila rusak Susu sebelanga. Salam dari FeNFenD... Hohoho...
~(o^_^o)~

Monday, February 23, 2009

Orang Tua

Hi semua...
Apa kabar? FeNFenD harap semua baik-baik saja... Barusan FeNFenD lagi browsing-brwosing n liat-liat gambar mie nih.. eh gak taunya ketemu satu cerita yang menarik.. berikut ceritanya.

Semangkuk Mie

Pada malam itu, Ana bertengkar dengan ibunya. Karena sangat marah, Ana segera meninggalkan rumah tanpa membawa apapun. Saat berjalan di suatu jalan, ia baru menyadari bahwa ia sama sekali tidak membawa uang.

Saat menyusuri sebuah jalan, ia melewati sebuah kedai bakmi dan ia mencium harumnya aroma masakan. Ia ingin sekali memesan semangkuk bakmi, tetapi Ana tidak mempunyai uang. Pemilik kedai melihat Ana berdiri cukup lama di depan kedainya, lalu berkata "Nona, apakah engkau ingin memesan semangkuk bakmi?"
"Ya, tetapi, aku tidak membawa uang" jawab Ana dengan malu-malu
"Tidak apa-apa, aku akan mentraktirmu," jawab si pemilik kedai. "Silahkan duduk, aku akan memasakkan bakmi untukmu."

Tidak lama kemudian, pemilik kedai itu mengantarkan semangkuk bakmi. Ana segera makan beberapa suap, kemudian air matanya mulai berlinang.
"Ada apa nona?" tanya si pemilik kedai."tidak apa-apa," aku hanya terharu jawab Ana sambil mengeringkan air matanya.
"Bahkan, seorang yang baru kukenal pun memberi aku semangkuk bakmi, tetapi, ibuku sendiri, setelah bertengkar denganku, mengusirku dari rumah dan mengatakan kepadaku agar jangan kembali lagi ke rumah. Kau, seorang yang baru kukenal, tetapi begitu peduli denganku dibandingkan dengan ibu kandungku sendiri," katanya kepada pemilik kedai.

Pemilik kedai itu setelah mendengar perkataan Ana, menarik nafas panjang dan berkata, "Nona, mengapa kau berpikir seperti itu? Renungkanlah hal ini,aku hanya memberimu semangkuk bakmi dan kau begitu terharu. Ibumu telah memasak bakmi dan nasi untukmu saat kau kecil sampai saat ini, mengapa kau tidak berterima kasih kepadanya? Dan kau malah bertengkar dengannya?"

Ana, terhenyak mendengar hal tersebut. "Mengapa aku tidak berpikir tentang hal tersebut? semangkuk bakmi dari orang yang baru kukenal, aku begitu berterima kasih, tetapi kepada ibuku yang memasak untukku selama bertahun-tahun, aku bahkan tidak memperlihatkan kepedulianku kepadanya. Dan hanya karena persoalan sepele, aku bertengkar dengannya."
Ana, segera menghabiskan bakminya, lalu ia menguatkan dirinya untuk segera pulang ke rumahnya.

Saat berjalan ke rumah, ia memikirkan kata-kata yg hrs diucapkan kepada ibunya. Begitu sampai di ambang pintu rumah, ia melihat ibunya dengan wajah letih dan cemas. Ketika bertemu dengan Ana, kalimat pertama yang keluar dari mulutnya adalah "Ana kau sudah pulang, cepat masuklah, aku telah menyiapkan makan malam dan makanlah dahulu sebelum kau tidur, makanan akan menjadi dingin jika kau tidak memakannya sekarang". Pada saat itu Ana tidak dapat menahan tangisnya dan ia menangis dihadapan ibunya.
Sekali waktu, kita mungkin akan sangat berterima kasih kepada org lain disekitar kita untuk suatu pertolongan kecil yang diberikan kepada kita.Tetapi kepada orang yang sangat dekat dengan kita (keluarga), khususnya orang tua kita, kita harus ingat bahwa kita berterima kasih kepada mereka seumur hidup kita.


RENUNGAN:
BAGAIMANAPUN KITA TIDAK BOLEH MELUPAKAN JASA ORANG TUA KITA. SERINGKALI KITA MENGANGGAP PENGORBANAN MEREKA MERUPAKAN SUATU PROSES ALAMI YANG BIASA SAJA, TETAPI KASIH DAN KEPEDULIAN ORANG TUA KITA ADALAH HADIAH PALING BERHARGA YANG DIBERIKAN KEPADA KITA SEJAK KITA LAHIR.

Tuesday, January 27, 2009

Can U Read This? (Indonesian Version)

Murenut sautu pelneitian di Uinervtisas Cmabridge, utruan hruuf dlaam ktaa
tiadk penitng. Ckuup huurf petrama dan trekahhir ynag ada pdaa tepmatyna.
Siasyna bsia dtiluis bernataakn, teatp ktia daapt mebmacayna. Ini dsieabbkan
kaerna oatk ktia tdiak mebmcaa huurf per hruuf, nmaun ktaa per ktaa. Laur bisaa
kan?

~(o^_^o)~

Wednesday, January 14, 2009

Lyric: WE WILL NOT GO DOWN (Song for Gaza)

(Composed by Michael Heart)


A blinding flash of white light
Lit up the sky over Gaza tonight
People running for cover
Not knowing whether they’re dead or alive

They came with their tanks and their planes
With ravaging fiery flames
And nothing remains
Just a voice rising up in the smoky haze

We will not go down
In the night, without a fight
You can burn up our mosques and our homes and our schools
But our spirit will never die
We will not go down
In Gaza tonight

Women and children alike
Murdered and massacred night after night
While the so-called leaders of countries afar
Debated on who’s wrong or right

But their powerless words were in vain
And the bombs fell down like acid rain
But through the tears and the blood and the pain
You can still hear that voice through the smoky haze

We will not go down
In the night, without a fight
You can burn up our mosques and our homes and our schools
But our spirit will never die
We will not go down
In Gaza tonight

Thursday, January 08, 2009

Perang

Selamat Tahun Baru 2009 buat para pembaca blog ini.
Haeh... Bukannya di tahun baru ini (tahun 2009) kita hidup semakin maju dan damai malah ada pergolakan di Israel dan Palestina yang banyak menelan korban jiwa orang-orang yang tidak berdosa seperti anak-anak atau wanita yang tidak tahu apa-apa. Bayangkan saja sejak tanggal 27 Desember 2008 sampai hari dimana fenfend posting blog masih saja belum selesai perangnya.

Apakah perang tidak bisa membedakan usia, jenis kelamin, dan warga yang tidak tahu apa-apa? Haruskah demi ego sekelompok orang yang saling bertolak belakang orang yang tidak ada sangkut pautnya juga terkena dampaknya juga? Mau menjadi apa manusia kalau begitu? Apakah benar manusia adalah makhluk hidup yang berakhlak tinggi? Menyedihkan yah hidup manusia sekarang? "manusiawi" hahahaha... harus dihapus kali sekarang kata ini dari dalam kamus.

Dikutip dari Wikipedia :
Perang adalah sebuah aksi fisik dan non fisik antara dua kelompok atau lebih untuk melakukan dominasi di wilayah yang dipertentangkan. Perang secara purba di maknai sebagai pertikaian bersenjata, di era modern, perang lebih mengarah pada superioritas teknologi dan industri, hal ini tercermin dari doktrin angkatan perangnya seperti "Barang siapa menguasai ketinggian maka menguasai dunia", hal ini menunjukkan bahwa penguasaan atas ketinggian harus dicapai oleh teknologi. Namun kata Perang tidak lagi berperan sebagai kata kerja, namun sudah bergeser pada kata sifat, yang mempopulerkan hal ini adalah para jurnalis, sehingga lambat laun pergeseran ini mendapatkan posisinya, namun secara umum perang berarti "pertentangan". Secara spesifik dan wilayah filosofis, perang merupakan turunan sifat dasar manusia yang tetap sampai sekarang memelihara dominasi dan persaingan sebagai sarana memperkuat eksistensi diri. Dengan mulai secara psikologis dan fisik. Dengan melibatkan diri sendiri dan orang lain, baik secara kelompok atau bukan.

Parah nih manusia, karena "pertentangan" bisa timbul korban jiwa, korbannya tidak tahu apa-apa lagi mengenai "pertentangan" itu. Ya semoga perang Israel - Palestina bisa cepat berakhir deh... dan tidak lagi muncul perang-perang yang melibatkan fisik dan nyawa lagi... mending kita berperang melawan kemiskinan, berperang melawan kebobrokan moral manusia dll.. ya pokoknya untuk mencapai hal yang positif buat kehidupan manusia deh.
Sekian...
"Say Peace Not War"
~(o^_^o)~

Friday, December 05, 2008

Can You Read This?

Cna yuo raed tihs???
Olny 55% of plepoe can.
I cdnuolt blveiee taht I cluod aulaclty uesdnatnrd waht I was rdanieg. The phaonmneal pweor of the hmuan mnid, aoccdrnig to a rscheearch at Cmabrigde Uinervtisy, it dseno't mtaetr in waht oerdr the ltteres in a wrod are, the olny iproamtnt tihng is taht the frsit and lsat ltteer be in the rghit pclae. The rset can be a taotl mses and you can sitll raed it whotuit a pboerlm. Tihs is bcuseae the huamn mnid deos not raed ervey lteter by istlef, but the wrod as a wlohe. Azanmig huh? yaeh and I awlyas tghuhot slpeling was ipmorantt!


~(o^_^o)~

Monday, November 10, 2008

~Memilih~

Halo semua yang sedang menunggu postingan FeNFenD...
Jadi terharu ada yang kasih comment... dan comment terbaik jatuh pada... mmm.... siapa yah? susah juga buat memilih... ngomong-ngomong soal memilih, apakah kehidupan kita selalu dihadapkan dengan pilihan? haruskah kita memilih salah satu dan mungkin dengan memilih salah satu kita akan mengorbankan yang lainnya... ya itulah namanya suatu pilihan.
Ya seperti biasa ini ada selipan cerita agar lebih menarik:

Ada 2 buah bibit tanaman yang terhampar di sebuah ladang yg subur. Bibit yg pertama berkata, "Aku ingin tumbuh besar. aku ingin menjejakkan akarku dalam-dalam di tanah ini, dan menjulangkan tunas-tunasku di atas kerasnya tanah ini. Aku ingin membentangkan semua tunasku, untuk menyampaikan salam musim semi. Aku ingin merasakan kehangatan matahari, dan kelembutan embun pagi di pucuk-pucuk daunku."dan bibit itu tumbuh, makin menjulang.
Bibit yg kedua bergumam, "Aku takut, jika ku tanamkan akarku ke dalam tanah ini, aku tak tahu, apa yg akan kutemui di bawah sana. Bukankah disana sangat gelap? Dan jika kuteroboskan tunasku ke atas, bukankah nanti keindahan tunas-tunasku akan hilang? Tunasku ini pasti akan terkoyak. Apa yg akan terjadi jika tunasku terbuka, dan siput-siput mencoba untuk memakannya? Dan pasti, jika aku tumbuh merekah, semua anak kecil akan berusaha untuk mencabutku dari tanah. Tidak akan lebih baik jika aku menunggu sampai semuanya aman."Dan bibit itupun menunggu dalam kesendirian.Beberapa pekan kemudian, seekor ayam mengais tanah itu, menemukan bibit yg kedua tadi, dan mencaploknya segera.

Renungan:
Memang, selalu saja ada pilihan dalam hidup. Selalu saja ada lakon-lakon yg harus kita jalani. Namun seringkali kita berada dalam kepesimisan, kengerian, keraguan dan kebimbangan-kebimbangan yang kita ciptakan sendiri. Kita kerap terbuai dengan alasan-alasan untuk tak mau melangkah, tak mau menatap hidup. Karena hidup adalah pilihan, maka, hadapilah itu . Dan karena hidup adalah pilihan, maka, pilihlah dengan bijak.

Sekian ceritanya... semoga bisa memberikan inspirasi bagi yang membacanya...
~(o^_^o)~

Tuesday, October 21, 2008

Istirahat?

Halo semua... Mau posting cerita lagi nih di hari yang sangat membosankan ini... Banyak permasalahan yang FeNFenD hadapin yang mungkin sampai hari ini masih belum bisa keluar dari permasalahan itu, gak FeNFenD aja sih yang hadapin permasalahan sekarang, mungkin masih banyak lagi orang yang menghadapi permasalahan yang lebih memusingkan dan lebih bikin stress. Apalagi sekarang dunia lagi menghadapi krisis keuangan, benar-benar makin banyak orang yang stress sampai ada yang tega-teganya menghabisi keluarganya sendiri dan diri dia sendiri untuk mengakhiri semua yang bikin stress. Kenapa kita gak bisa lepas dari masalah? Kapan kita bisa istirahat tanpa memikirkan masalah? Apa kita tidak bisa istirahat dari masalah? Atau kita yang harus mengistirahatkan masalah kita? Ya udah deh daripada pusing-pusing kita baca aja ya cerita berikut.


Malam telah larut saat saya meninggalkan kantor. Telah lewat pukul 11 malam. Pekerjaan yang menumpuk, membuat saya harus pulang selarut ini.

Ah, hari yang menjemukan saat itu. Terlebih, setelah beberapa saat berjalan, warna langit tampak memerah. Rintik hujan mulai turun. Lengkap sudah, badan yang lelah ditambah dengan "acara" kehujanan.

Setengah berlari saya mencari tempat berlindung. Untunglah, penjual nasi goreng yang mangkal di pojok jalan, mempunyai tenda sederhana. Lumayan, pikir saya. Segera saya berteduh, menjumpai bapak penjual yang sendirian ditemani rokok dan lampu petromak yang masih menyala.

Dia menyilahkan saya duduk. "Disini saja dik, daripada kehujanan...," begitu katanya saat saya meminta ijin berteduh.
Benar saja, hujan mulai deras, dan kami makin terlihat dalam kesunyian yang pekat. Karena merasa tak nyaman atas kebaikan bapak penjual dan tendanya, saya berkata, " tolong bikin mie goreng pak, di makan disini saja."
Sang Bapak tersenyum, dan mulai menyiapkan tungku apinya. Dia tampak sibuk. Bumbu dan penggorengan pun telah siap untuk di racik. Tampaklah pertunjukkan sebuah pengalaman yang tak dapat diraih dalam waktu sebentar.

Tangannya cekatan sekali meraih botol kecap dan segenap bumbu. Segera saja,mie goreng yang mengepul telah terhidang. Keadaan yang semula canggung mulai hilang. Basa-basi saya bertanya, "Wah hujannya tambah deras nih, orang-orang makin jarang yang keluar ya Pak?" Bapak itu menoleh ke arah saya, dan berkata, "Iya dik, jadi sepi nih dagangan saya.." katanya sambil menghisap rokok dalam-dalam.

"Kalau hujan begini, jadi sedikit yang beli ya Pak?" kata saya, "Wah, rezekinya jadi berkurang dong ya?" Duh. Pertanyaan yang bodoh. Tentu saja tak banyak yang membeli kalau hujan begini. Tentu, pertanyaan itu hanya akan membuat Bapak itu tambah sedih. Namun, agaknya saya keliru...

"Gusti Allah, ora sare dik, (Allah itu tidak pernah istirahat), begitu katanya. "Rezeki saya ada dimana-mana. Saya malah senang kalau hujan begini. Istri sama anak saya di kampung pasti dapat air buat sawah. Yah, walaupun nggak lebar, tapi lumayan lah tanahnya." Bapak itu melanjutkan, "Anak saya yang disini pasti bisa ngojek payung kalau besok masih hujan.....".
Degh. Dduh, hati saya tergetar. Bapak itu benar, "Gusti Allah ora sare". Allah Memang Maha Kuasa, yang tak pernah istirahat buat hamba-hamba-Nya. Saya rupanya telah keliru memaknai hidup. Filsafat hidup yang saya punya, tampak tak ada artinya di depan perkataan sederhana itu. Maknanya terlampau dalam, membuat saya banyak berpikir dan menyadari kekerdilan saya dihadapan Tuhan.

Saya selalu berpikiran, bahwa hujan adalah bencana, adalah petaka bagi banyak hal. Saya selalu berpendapat, bahwa rezeki itu selalu berupa materi, dan hal nyata yang bisa digenggam dan dirasakan. Dan saya juga berpendapat, bahwa saat ada ujian yang menimpa, maka itu artinya saya cuma harus bersabar. Namun saya keliru. Hujan, memang bisa menjadi bencana, namun rintiknya bisa menjadi anugerah bagi setiap petani. Derasnya juga adalah berkah bagi sawah-sawah yang perlu diairi. Derai hujan mungkin bisa menjadi petaka, namun derai itu pula yang menjadi harapan bagi sebagian orang yang mengojek payung, atau mendorong mobil yang mogok.

Hmm...saya makin bergegas untuk menyelesaikan mie goreng itu. Beribu pikiran tampak seperti lintasan-lintasan cahaya yang bergerak dibenak saya."Ya Allah, Engkau Memang Tak Pernah Beristirahat" Untunglah, hujan telah reda, dan sayapun telah selesai makan.
Dalam perjalanan pulang, hanya kata itu yang teringat, Gusti Allah OraSare..... Gusti Allah Ora Sare.....

Begitulah, saya sering takjub pada hal-hal kecil yang ada di depan saya. Allah memang selalu punya banyak rahasia, dan mengingatkan kita dengan cara yang tak terduga. Selalu saja, Dia memberikan Cinta kepada saya lewat hal-hal yang sederhana. Dan hal-hal itu, kerap membuat saya menjadi semakin banyak belajar.

Dulu, saya berharap, bisa melewati tahun ini dengan hal-hal besar, dengan sesuatu yang istimewa. Saya sering berharap, saat saya bertambah usia, harus ada hal besar yang saya lampaui. Seperti tahun sebelumnya, saya ingin ada hal yang menakjubkan saya lakukan.
Namun, rupanya tahun ini Allah punya rencana lain buat saya. Dalam setiap doa saya, sering terucap agar saya selalu dapat belajar dan memaknai hikmah kehidupan. Dan kali ini Allah pun tetap memberikan saya yang terbaik. Saya tetap belajar, dan terus belajar, walaupun bukan dengan hal-hal besar dan istimewa.
Gimana cerita di atas? Apa yang bisa petik dari cerita di atas? Hmm... (Berpikir Keras) Sekian dulu yah... C Ya...
"A question that sometimes drives me hazy: am I or are the others crazy?"
~(o^_^o)~

Tuesday, October 14, 2008

Renungan...

Siang 14 Oktober 2008, FeNFenD browsing-browsing buat cari e-book tutorial tentang programming, eh gak taunya dapat satu tulisan yang mungkin menurut FeNFenD itu adalah doa... isinya begini :
  • Aku berdoa agar diberikan kekuatan... Namun, Allah memberikanku cobaan agar aku kuat menghadapinya.
  • Aku berdoa agar diberikan kebijaksanaan... Namun, Allah memberikanku masalah agar aku mampu memecahkannya.
  • Aku berdoa agar diberikan kecerdasan...Namun, Allah memberikanku otak dan pikiran agar aku dapat belajar dari-Nya.
  • Aku berdoa agar diberikan keberanian...Namun, Allah memberikanku persoalan agar aku mampu menghadapinya.
  • Aku berdoa agar diberikan cinta dan kasih sayang..... Namun, Allah memberikanku orang-orang yang luka hatinya agar aku dapat berbagi dengannya.
  • Aku berdoa agar diberikan kebahagiaan...Namun, Allah memberikanku pintu kesempatan agar aku dapat memanfaatkannya.
Hmm... Apa benar Allah begitu dalam menjawab segala doa kita? Renungkanlah... dan carilah makna dari apa yang kita dapatkan hari ini, besok dan seterusnya...
Put some colour into your life, firstly paint the colour you like on love.
~(o^_^o)~

Tuesday, September 23, 2008

Nice Story

Cerita ini FeNFenD ambil dari blog teman FeNFenD. Mengharukan banget loh ceritanya...
Silahkan menikmati cerita di bawah ini. :)
Aku pernah datang dan aku sangat patuh...

Kisah tentang seorang gadis kecil yang cantik yang memiliki sepasang bola mata yang indah dan hati yang lugu polos. Dia adalah seorang yatim piatu dan hanya sempat hidup di dunia ini selama delapan tahun. Satu kata terakhir yang ia tinggalkan adalah saya pernah datang dan saya sangat penurut.Anak ini rela melepasakan pengobatan, padahal sebelumnya dia telah memiliki dana pengobatan sebanyak 540.000 dolar yang didapat dari perkumpulan orang Chinese seluruh dunia. Dan membagi dana tersebut menjadi tujuh bagian, yang dibagikan kepada tujuh anak kecil yang juga sedang berjuang menghadapi kematian.Dan dia rela melepaskan pengobatannya.

Begitu lahir dia sudah tidak mengetahui siapa orang tua kandungnya. Dia hanya memiliki seorang papa yang mengadopsinya. Papanya berumur 30 tahun yang bertempat tinggal di provinsi She Cuan kecamatan Suang Liu, kota Sang Xin Zhen Yun Ya Chun Er Cu. Karena miskin, maka selama ini ia tidak menemukan pasangan hidupnya. Kalau masih harus mengadopsi anak kecil ini, mungkin tidak ada lagi orang yang mau dilamar olehnya. Pada tanggal 30 November 1996, tgl 20 bln 10 imlek, adalah saat dimana papanya menemukan anak kecil tersebut diatas hamparan rumput, disanalah papanya menemukan seorang bayi kecil yang sedang kedinginan. Pada saat menemukan anak ini, di dadanya terdapat selembar kartu kecil tertulis, 20 November jam 12.

Melihat anak kecil ini menangis dengan suara tangisannya sudah mulai melemah.Papanya berpikir kalau tidak ada orang yang memperhatikannya, maka kapan saja bayi ini bisa meninggal. Dengan berat hati papanya memeluk bayi tersebut, dengan menghela nafas dan berkata, "saya makan apa, maka kamu juga ikut apa yang saya makan". Kemudian papanya memberikan dia nama Yu Yan.

Ini adalah kisah seorang pemuda yang belum menikah yang membesarkan seorang anak, tidak ada Asi dan juga tidak mampu membeli susu bubuk, hanya mampu memberi makan bayi tersebut dengan air tajin (air beras).Maka dari kecil anak ini tumbuh menjadi lemah dan sakit-sakitan. Tetapi anak ini sangat penurut dan sangat patuh. Musim silih berganti, Yu Yuan pun tumbuh dan bertambah besar serta memiliki kepintaran yang luar biasa. Para tetangga sering memuji Yu Yuan sangat pintar, walaupun dari kecil sering sakit-sakitan dan mereka sangat menyukai Yu Yuan. Ditengah ketakutan dan kecemasan papanya, Yu Yuan pelan-pelan tumbuh dewasa.

Yu Yuan yang hidup dalam kesusahan memang luar biasa, mulai dari umur lima tahun, dia sudah membantu papa mengerjakan pekerjaan rumah. Mencuci baju, memasak nasi dan memotong rumput. Setiap hal dia kerjakan dengan baik. Dia sadar dia berbeda dengan anak-anak lain. Anak-anak lain memiliki sepasang orang tua, sedangkan dia hanya memiliki seorang papa. Keluarga ini hanya mengandalkan dia dan papa yang saling menopang. Dia harus menjadi seorang anak yang penurut dan tidak boleh membuat papa menjadi sedih dan marah.

Pada saat dia masuk sekolah dasar, dia sendiri sudah sangat mengerti, harus giat belajar dan menjadi juara di sekolah. Inilah yang bisa membuat papanya yang tidak berpendidikan menjadi bangga di desanya. Dia tidak pernah mengecewakan papanya, dia pun bernyanyi untuk papanya. Setiap hal yang lucu yang terjadi disekolahnya di ceritakan kepada papanya. Kadang-kadang dia bisa nakal dengan mengeluarkan soal-soal yang susah untuk menguji papanya.

Setiap kali melihat senyuman papanya, dia merasa puas dan bahagia.Walaupun tidak seperti anak-anak lain yang memiliki mama, tetapi bisa hidup bahagia dengan papa, ia sudah sangat berbahagia.
Mulai dari bulan Mei 2005 Yu Yuan mulai mengalami mimisan. Pada suatu pagi saat Yu Yuan sedang mencuci muka, ia menyadari bahwa air cuci mukanya sudah penuh dengan darah yang ternyata berasal dari hidungnya. Dengan berbagai cara tidak bisa menghentikan pendarahan tersebut. Sehingga papanya membawa Yu Yuan kepuskesmas desa untuk disuntik. Tetapi sayangnya dari bekas suntikan itu juga mengeluarkan darah dan tidak mau berhenti. Dipahanya mulai bermunculan bintik-bintik merah. Dokter tersebut menyarankan papanya untuk membawa Yu Yuan ke rumah sakit untuk diperiksa. Begitu tiba di rumah sakit, Yu Yuan tidak mendapatkan nomor karena antrian sudah panjang. Yu Yuan hanya bisa duduk sendiri dikursi yang panjang untuk menutupi hidungnya. Darah yang keluar dari hidungnya bagaikan air yang terus mengalir dan memerahi lantai.
Karena papanya merasa tidak enak kemudian mengambil sebuah baskom kecil untuk menampung darah yang keluar dari hidung Yu Yuan. Tidak sampai sepuluh menit, baskom yang kecil tersebut sudah penuh berisi darah yang keluar dari hidung Yu Yuan.
Dokter yang melihat keadaaan ini cepat-cepat membawa Yu Yuan untuk diperiksa. Setelah diperiksa, dokter menyatakan bahwa Yu Yuan terkena Leukimia ganas. Pengobatan penyakit tersebut sangat mahal yang memerlukan biaya sebesar 300.000$. Papanya mulai cemas melihat anaknya yang terbaring lemah diranjang. Papanya hanya memiliki satu niat yaitu menyelamatkan anaknya. Dengan berbagai cara meminjam uang kesanak saudara dan teman dan ternyata, uang yang terkumpul sangatlah sedikit.Papanya akhirnya mengambil keputusan untuk menjual rumahnya yang merupakan harta satu satunya. Tapi karena rumahnya terlalu kumuh, dalam waktu yang singkat tidak bisa menemukan seorang pembeli.

Melihat mata papanya yang sedih dan pipi yang kian hari kian kurus.Dalam hati Yu Yuan merasa sedih. Pada suatu hari Yu Yuan menarik tangan papanya, air mata pun mengalir dikala kata-kata belum sempat terlontar. "Papa saya ingin mati".Papanya dengan pandangan yang kaget melihat Yu Yuan, "Kamu baru berumur 8 tahun kenapa mau mati". "Saya adalah anak yang dipungut, semua orang berkata nyawa saya tak berharga, tidaklah cocok dengan penyakit ini, biarlah saya keluar dari rumah sakit ini."

Pada tanggal 18 juni, Yu Yuan mewakili papanya yang tidak mengenal huruf, menandatangani surat keterangan pelepasan perawatan. Anak yang berumur delapan tahun itu pun mengatur segala sesuatu yang berhubungan dengan pemakamannya sendiri. Hari itu juga setelah pulang kerumah, Yu Yuan yang sejak kecil tidak pernah memiliki permintaan, hari itu meminta dua permohonan kepada papanya. Dia ingin memakai baju baru dan berfoto. Yu Yuan berkata kepada papanya: "Setelah saya tidak ada, kalau papa merindukan saya lihatlah foto ini".
Hari kedua, papanya menyuruh bibi menemani Yu Yuan pergi ke kota dan membeli baju baru. Yu Yuan sendirilah yang memilih baju yang dibelinya. Bibinya memilihkan satu rok yang berwarna putih dengan corak bintik-bintik merah. Begitu mencoba dan tidak rela melepaskannya. Kemudian mereka bertiga tiba disebuah studio foto. Yu Yuan kemudian memakai baju barunya dengan pose secantik mungkin berjuang untuk tersenyum. Bagaimanapun ia berusaha tersenyum, pada akhirnya juga tidak bisa menahan air matanya yang mengalir keluar. Kalau bukan karena seorang wartawan Chuan Yuan yang bekerja di surat kabar Cheng Du Wan Bao, Yu Yuan akan seperti selembar daun yang lepas daripohon dan hilang ditiup angin.

Setelah mengetahui keadaan Yu Yuan dari rumah sakit, Chuan Yuan kemudian menuliskan sebuah laporan, menceritakan kisah Yu Yuan secara detail. Cerita tentang anak yg berumur 8 tahun mengatur pemakamakannya sendiri dan akhirnya menyebar keseluruh kota Rong Cheng. Banyak orang-orang yang tergugah oleh seorang anak kecil yang sakit ini, dari ibu kota sampai satu Negara bahkan sampai keseluruh dunia. Mereka mengirim email keseluruh dunia untuk menggalang dana bagi anak ini". Dunia yang damai ini menjadi suara panggilan yang sangat kuat bagi setiap orang.

Hanya dalam waktu sepuluh hari, dari perkumpulan orang Chinese didunia saja telah mengumpulkan 560.000 dolar. Biaya operasi pun telah tercukupi. Titik kehidupan Yu Yuan sekali lagi dihidupkan oleh cinta kasih semua orang.
Setelah itu, pengumuman penggalangan dana dihentikan tetapi dana terus mengalir dari seluruh dunia. Dana pun telah tersedia dan para dokter sudah ada untuk mengobati Yu Yuan. Satu demi satu gerbang kesulitan pengobatan juga telah dilewati. Semua orang menunggu hari suksesnya Yu Yuan.

Ada seorang teman di-email bahkan menulis: "Yu Yuan anakku yang tercintasaya mengharapkan kesembuhanmu dan keluar dari rumah sakit. Saya mendoakanmu cepat kembali ke sekolah. Saya mendambakanmu bisa tumbuh besar dan sehat. Yu Yuan anakku tercinta."

Pada tanggal 21 Juni, Yu Yuan yang telah melepaskan pengobatan dan menunggu kematian akhirnya dibawa kembali ke ibu kota . Dana yang sudah terkumpul, membuat jiwa yang lemah ini memiliki harapan dan alasan untuk terus bertahan hidup. Yu Yuan akhirnya menerima pengobatan dan dia sangat menderita didalam sebuah pintu kaca tempat dia berobat. Yu Yuan kemudian berbaring di ranjang untuk diinfus. Ketegaran anak kecil ini membuat semua orang kagum padanya. Dokter yang menangani dia, Shii Min berkata, dalam perjalanan proses terapi akan mendatangkan mual yang sangat hebat. Pada permulaan terapi Yu Yuan sering sekali muntah. Tetapi Yu Yuan tidak pernah mengeluh. Pada saat pertama kali melakukan pemeriksaan sumsum tulang belakang, jarum suntik ditusukkan dari depan dadanya, tetapi Yu Yuan tidak menangis dan juga tidak berteriak, bahkan tidak meneteskan air mata. Yu yuan yang dari dari lahir sampai maut menjemput tidak pernah mendapat kasih sayang seorang ibu. Pada saat dokter Shii Min menawarkan Yu Yuan untuk menjadi anak perempuannya. Airmata Yu Yuan pun mengalir tak terbendung.

Hari kedua saat dokter Shii Min datang, Yu Yuan dengan malu-malu memanggil dengan sebutan Shii Mama. Pertama kalinya mendengar suara itu, Shii Min kaget, dan kemudian dengan tersenyum dan menjawab, "Anak yang baik". Semua orang mendambakan sebuah keajaiban dan menunggu momen dimana Yu Yuan hidup dan sembuh kembali. Banyak masyarakat datang untuk menjenguk Yu Yuan dan banyak orang menanyakan kabar Yu Yuan dari email. Selama dua bulan Yu Yuan melakukan terapi dan telah berjuang menerobos sembilan pintu maut. Pernah mengalami pendarahan dipencernaan dan selalu selamat dari bencana. Sampai akhirnya darah putih dari tubuh Yu Yuan sudah bisa terkontrol. Semua orang-orang pun menunggu kabar baik dari kesembuhan Yu Yuan.

Tetapi efek samping yang dikeluarkan oleh obat-obat terapi sangatlah menakutkan, apalagi dibandingkan dengan anak-anak leukemia yang lain. Fisik Yu Yuan jauh sangat lemah. Setelah melewati operasi tersebut fisik Yu Yuan semakin lemah.

Pada tanggal 20 agustus, Yu Yuan bertanya kepada wartawan Fu Yuan: "Tante kenapa mereka mau menyumbang dana untuk saya? Tanya Yu Yuan kepada wartawan tersebut. Wartawan tersebut menjawab, karena mereka semua adalah orang yang baik hati". Yu Yuan kemudia berkata : "Tante saya juga mau menjadi orang yang baik hati". Wartawan itupun menjawab, "Kamu memang orang yang baik. Orang baik harus saling membantu agar bisa berubah menjadi semakin baik".
Yu yuan dari bawah bantal tidurnya mengambil sebuah buku, dan diberikan kepada ke Fu Yuan."Tante ini adalah surat wasiat saya."
Fu yuan kaget, sekali membuka dan melihat surat tersebut ternyata Yu Yuan telah mengatur tentang pengaturan pemakamannya sendiri. Ini adalah seorang anak yang berumur delapan tahun yang sedang menghadapi sebuah kematian dan diatas ranjang menulis tiga halaman surat wasiat dan dibagi menjadi enam bagian, dengan pembukaan, tante Fu Yuan, dan diakhiri dengan selamat tinggal tante Fu Yuan.

Dalam satu artikel itu nama Fu Yuan muncul tujuh kali dan masih ada sembilan sebutan singkat tante wartawan. Dibelakang ada enam belas sebutan dan ini adalah kata setelah Yu Yuan meninggal. Tolong,… ..Dan dia juga ingin menyatakan terima kasih serta selamat tinggal kepada orang-orang yang selama ini telah memperhatikan dia lewat surat kabar. "Sampai jumpa tante, kita berjumpa lagi dalam mimpi. Tolong jaga papa saya. Dan sedikit dari dana pengobatan ini bisa dibagikan kepada sekolah saya. Dan katakan ini juga pada pemimpin palang merah. Setelah saya meninggal, biaya pengobatan itu dibagikan kepada orang-orang yang sakit seperti saya. Biar mereka lekas sembuh". Surat wasiat ini membuat Fu Yuan tidak bisa menahan tangis yang membasahi pipinya.

Saya pernah datang, saya sangat patuh, demikianlah kata-kata yang keluar dari bibir Yu Yuan. Pada tanggal 22 agustus, karena pendarahan dipencernaan hampir satu bulan, Yu Yuan tidak bisa makan dan hanya bisa mengandalkan infus untuk bertahan hidup. Mula mulanya berusaha mencuri makan, Yu Yuan mengambil mie instant dan memakannya. Hal ini membuat pendarahan di pencernaan Yu Yuan semakin parah. Dokter dan perawat pun secepatnya memberikan pertolongan darurat dan memberi infus dan transfer arah setelah melihat pendarahan Yu Yuan yang sangat hebat. Dokter dan para perawat pun ikut menangis. Semua orang ingin membantu meringankan pederitaannya. Tetapi tetap tidak bisa membantunya. Yu Yuan yang telah menderita karena penyakit tersebut akhirnya meninggal dengan tenang. Semua orang tidak bisa menerima kenyataan ini melihat malaikat kecil yang cantik yang suci bagaikan air. Sungguh telah pergi kedunia lain.

Dikecamatan She Chuan, sebuah email pun dipenuhi tangisan menghantar kepergian Yu Yuan. Banyak yang mengirimkan ucapan turut berduka citadengan karangan bunga yang ditumupuk setinggi gunung. Ada seorang pemuda berkata dengan pelan "Anak kecil, kamu sebenarnya adalah malaikat kecil diatas langit, kepakanlah kedua sayapmu. Terbanglah... "demikian kata-kata dari seorang pemuda tersebut.

Pada tanggal 26 Agustus, pemakaman Yu Yuan dilaksanakan saat hujan gerimis. Didepan rumah duka, banyak orang-orang berdiri dan menangis mengantar kepergian Yu Yuan. Mereka adalah papa mama Yu Yuan yang tidak dikenal oleh Yu Yuan semasa hidupnya. Demi Yu Yuan yang menderita karena leukemia dan melepaskan pengobatan demi orang lain, maka datanglah papa mama dari berbagai daerah yang diam-diam mengantarkan kepergian Yu Yuan.

Didepan kuburannya terdapat selembar foto Yu Yuan yang sedang tertawa. Diatas batu nisannya tertulis, "Aku pernah datang dan aku sangat patuh"(30 nov 1996- 22 agust 2005). Dan dibelakangnya terukir perjalanan singkat riwayat hidup Yu Yuan. Dua kalimat terakhir adalah disaat dia masih hidup telah menerima kehangatan dari dunia. Beristirahatlah gadis kecilku, nirwana akan menjadi lebih ceria dengan adanya dirimu.

Sesuai pesan dari Yu Yuan, sisa dana 540.000 dolar tersebut disumbangkan kepada anak-anak penderita luekimia lainnya. Tujuh anak yang menerima bantuan dana Yu Yuan itu adalah : Shii Li, Huang Zhi Qiang, Liu Ling Lu, Zhang Yu Jie, Gao Jian, Wang Jie. Tujuh anak kecil yang kasihan ini semua berasal dari keluarga tidak mampu. Mereka adalah anak-anak miskin yang berjuang melawan kematian.

Pada tanggal 24 September, anak pertama yang menerima bantuan dari Yu Yuan di rumah sakit Hua Xi berhasil melakukan operasi. Senyuman yang mengambang pun terlukis diraut wajah anak tersebut. "Saya telah menerima bantuan dari kehidupan Anda, terima kasih adik Yu Yuan kamu pasti sedang melihat kami diatas sana . Jangan risau, kelak di batu nisan, kami juga akan mengukirnya dengan kata-kata "Aku pernah datang dan aku sangat patuh".
-The End-
Bagaimana ceritanya? mengharukan bukan? Dan bagi kita yang sudah baca cerita di atas ini, kita harus bersyukur dengan apa yang kita miliki sekarang yaq. Banyak orang yang merasa putus asa dengan apa yang dihadapinya dan tidak melakukan apa-apa, tapi sebenarnya masih banyak yang bisa dia lakukan untuk orang-orang disekitarnya. Merasa dirinya banyak kekurangan dan bersedih tanpa melakukan apa-apa, padahal masih banyak orang yang lebih tidak beruntung daripada dia yang bisa memberikan hal-hal bagi orang lain. Contohnya: Mas Eko Ramaditya Adikara (seorang Tunanetra yang banyak menyumbangkan artikel-artikel yang bagus tentang perkembangan teknologi komputer). Jadi yang merasa matanya minus, rabun, dll tidak perlu berkecil hati dan menjadi malas untuk melakukan apa-apa. Kita harus percaya kita bisa dan pasti ada orang disekitar kita yang akan selalu mendukung kita. Ciao...
"The purpose of life is a life of purpose"
~(o^_^o)~

Sayang VS Cinta


Halo semua… FeNFenD Back…
Browsing-browsing n ketemu blog waktu jaman kuliahan dulu, diliat-liat, dibaca-baca kembali tiba-tiba jadi kagen lagi buat ketik-ketik, akhirnya diaktifkan lagi deh blog nya. Mudah-mudahan FeNFenD bisa terus aktif terus yah nulis blog. [nulis blog atau ketik blog yah yg benar? (^o^)? ]

Setelah sekian lama gak tulis blog apa ntar tata bahasanya sama seperti waktu jaman kuliahan dulu yaq? Hohoho… Setelah sekian lama gak tulis blog banyak perubahan yang terjadi dalam kehidupan FeNFenD, Baca ada di postingan terakhir sebelum ini FeNFenD merasa takut kedepannya harus gimana, tapi apa yang ditakutkan bisa lewat begitu aja dan sekarang merasa sangat bersyukur dengan apa yang ada. Ada gelar S.Kom yang di dapat, ada kerjaan tetap, ada orang yang sayang n cinta ma FeNFenD n FeNFenD juga sayang banget n cinta ma dia… (loh loh… kok jadi curhat gitu… jadi maluw… >,< ), dll dll...

Btw alias By The Way alias ngomong-ngomong (harap maklum yah gaya bahasa FeNFenD seperti anak muda, tapi aslinya memang masih muda kok, muda selalu… uhukk..uhukk) :p Sampai mana ya tadi? Oh iya.. Btw FeNFenD mo bahas ah tentang apa yang namanya “Sayang” dan "Cinta" itu?
Darimana sih perasaan sayang & cinta itu bisa muncul? Kenapa? Apa Sebabnya? Kapan Munculnya? Pada siapa atau pada apa? Dimana saat pertama kali muncul rasa sayang itu? Ya….semua itu mungkin setiap orang punya jawaban yang berbeda-beda n tergantung situasi dan kondisi. Jadi menurut FeNFenD kata “sayang” & "cinta" itu artinya luas sekali. Apa sih beda sayang dan cinta itu sebenarnya? Hmm... (berpikir keras)

Ya seperti dulu aja deh, biar menarik diselipin ama cerita aja yaq… cerita ini FeNFenD dapat dari email yang diforward dari teman… Yuq qt simak cerita di bawah ini. ^^


Seorang murid bertanya kepada gurunya, apa bedanya cinta n sayang?Lalu guru itu membawa murid itu ketepi hutan, lalu berkata kamu masuk hutan itu, aku akan menunggumu di ujung hutan sebelah sana. Kamu petik SATU ranting yang kamu anggap bagus, tapi kamu tidak boleh melihat ke belakang. Nanti kamu serahkan ranting itu ke saya. Ingat kamu tidak boleh memetik ranting dua kali

”Lalu murid pun masuk hutan dan mulai memilih ranting. Setiap kali ia hendak mengambil ranting, ia berpikir bahwa di depan masih ada ranting yang lebih baik lagi. Maka ia selalu mengurungkan niatnya untuk mengambil ranting. Sampai akhirnya ia sampai di ujung hutan tempat gurunya menunggu, ia tidak membawa sebatang ranting pun.

Guru: kenapa kamu tidak membawa ranting?

Murid: karena, setiap kali saya ingin mengambil ranting, saya berpikir bahwa di depan saya akan menemukan yang lebih baik, sehingga saya tidak jadi mengambil ranting yang itu.

Guru: itu lah sayang…

Murid: lalu cinta itu apa?

Lalu guru menyuruh muridnya melakukan hal yang sama sekali lagi. Pada saat murid menemukan ranting yang di anggap baik, ia mengambilnya dan tidak menoleh ke ranting yang lain lagi. Lalu ia menyerahkan ranting itu kepada gurunya.

Guru: kenapa kamu ambil ranting yang ini? Sepertinya banyak ranting yang lebih bagus…

Murid: ya, tapi saya takut saya tidak akan menemukan ranting yang lebih baik lagi jika saya tidak mengambil ranting yang ini.

Guru: itu lah cinta… kamu memilih ranting yang ini dan kamu tidak memaling kan wajahmu ke ranting yang lain. Kamu menerima kelebihan & kekurangan ranting ini…



Nah bagaimana ceritanya? Menarik gak? hohoho...

Ya FeNFenD rasa definisi buat kata "sayang" dan "cinta" itu pasti berbeda-beda sesuai situasi dan kondisi juga. Mungkin dari 10 orang definisi yang diberikan juga bisa 10. N sebagai tambahan dari FeNFenD "sayang" dan "cinta" adalah hal yang sangat indah, tapi gak bisa selalu membuat qt tesenyum atau tertawa malah bisa membuat qt sedih atau marah. Percaya gak? hohoho...
Sekian dulu ah pembahasan tentang ini, klo dibahas terus pasti gak bakal selesai-selesai n buat jadi makin kangen ma si dia... upss... jadi maluw... (>,<)

~(o^_^o)~

Thursday, December 08, 2005

?_?

ehemmm... udah lama FeNFenD ga ketik blog juga yah... huehehehe kira-kira ada 4 bulan kali ya... Padahal udah ganti kulit blognya thuuuu... pertama-tama saya ucapkan terima kasih kepada orang yang mengganti kulit blog beberapa bulan yang lalu... (hohohoho gpp kali ya terima kasih nya telat daipada ngak sama sekali) ^^v terima kasih yak jeng aLioV a.k.a Ncy a.k.a dudud. =P~
Sebagai informasi saja beberapa bulan ini ga ketik-ketik blog lagi karena ada beberapa hal yang menghambat yang paling utama karena inet kaga pernah beres dari masalah-masalah... huhuhu beginilah nasib inet di indo... T_T terus ya sekarang udah banyak kesibukan yang menghampiri hidup sayahhhh inihhh... Hari untuk Skripsi semakin dekat... udah mulai pilih pilah pekerjaan n ya gitu deh... uhukk uhukkk untuk hidup masa depan yang lebih cerah... Jadi dapat dikatakan banyak hal yang berubah belakangan ini... gak seperti dulu bisa chit chat ampe pagi... main-main game, dll dsb d. hohohoho
Terus-terus kok tiba-tiba FeNFenD ketak ketik blog lagi sekarang.... huhuhuhu.... itu... itu... karena sa...sa...ya.... huehueheuehhue lagi pengen ajahhhh thuuuu.... n selagi inet rada lancar sekarang... teyus karena hari ini off class n udah terlanjur bangun n gak tau mo napain... getooo lhooo....
Hmm... ngak terasa juga yah waktu berlalu begitu cepat, kehidupan juga semakin berubah sedikit demi sedikit. Tiga bulan lagi udah siap-siap mulai skripsi... terus satu tahun kemudian mungkin sudah diwisuda dan gak tau juga d gimana kelanjutannya. Perasaan makin bercampur aduk kadang bingung + bimbang. Mungkin begitulah kalau sudah mau memasuki hidup baru (bener gak yah klo udah selesai kul n sudah mulai ker itu sudah termasuk kehidupan baru?) huehehehehe... ya tapi mau gak mau juga harus melewati masa-masa begini kali yah dalam hidup ini.
wa........ jadi rada takut juga uii.... @_@ bayangkan aja kita udah memulai sesuatunya dari nol dan waktu tetap berjalan terus tanpa menunggu kita. hiksss hiksss langkah apa yak yang harus diambil untuk bisa mengembangkan 'nol' itu? haiyah..... lama-lama bisa desperate berat juga, sekarang sich mungkin masih bisa senyam senyum tapi ntar... ntar... gimana yak? huahahaha
Hmmm... jalanin dulu d apa yang ada sekarang sambil mikir-mikir ke depan tentunya mo gimana lagi... huehehehe.
Ok... segitu dulu deh ketik-ketiknya soalnya udah banyak tugas yang menunggu...
ciaoooo....

Thursday, August 18, 2005

B+U+L+A+T

Huaaaaaaaaaa.... balik lagi ketik-ketik di blog inih... huhuhu... sebel d ahhh beberapa hari yg lalu ada ketik n udah di post bisa-bisanya ilang gitu ajah malah ga ada back up lagi... sebel akoe... keki akoe... benci.... =P~ Oh... ya kemarin itu sebenarnya cerita tentang yang bulet-bulet...

Err... rada lupa sih kemarin yg diketik apa ajahhh... Ya terus... terus... FenFend cerita2 dulu d... Hmm.. di tgl 17 bulan Agustus tahun 2005 bangun pada jam 10.30 n buka tipi n masi ga sadar klo 17 Agustus itu tanggal merah karena hari Peringatan Kemerdekaan Indonesia... hohoho sadarnya pas liat acara tipi ada berita ttg upacara bendera di istana merdeka Jakarta. Terus... setelah nonton berita bentar FenFend gosok gigi, mandi, terus pake pakaian, terus jalan keluar mo cari makan... dan astaga!!! pas jalan beberapa meter denger orang teriak-teriak, ga tau d teriak apa (waktu itu noleh kiri kanan liat di mana sumber suaranya) n... n... ternyata di samping tanah kosong toh ada abang-abang n mbak-mbak adain acara 17-san. Teyuss yahhh telnyata yg teliak itu abang-abang yg pake pakaian cewe main sepak bola plastik. Terus skr jam 2.40 pagi tgl 18 Agustus juga masi nonton sepak bola sambil ketik-ketik blog inihhhh... seru uiii bolanya Irlandia vs Italia, babak pertama score 1 - 2.

Ok... ok... segitu aja kali ya ceritanya. hahahaha ya setelah melihat bola beberapa kali hari ini akhirnya keinget yg bulat-bulat yg dibahas di blog n hilang itu. Begini loh klo ga salah kemarin ada bahas ttg bakso, bola basket, dan cem-macem lah... Ya akhir-akhirnya biasalahh FenFend hubung-hubungin itu ke masalah hidup. Apakah hidup kita ini bulat? kan kata orang-orang kadang kita berputar ke bawah dan kadang ke atas ke kiri ato ke kanan. :P~ Hmm... tapi klo di pikir-pikir klo hidup itu bulat gak ada akhirnya dunk? akhir... dari masalah hidup, akhir dari cerita hidup, akhir dari keinginan hidup dan sebagainya. Terus ada istilah pikiran saya sudah bulat ato tekad saya sudah bulat... hmm... apa dunk maksud dari bulat itu apa masih berputar-putar? hohoho.... ya maksud sebenarnya mungkin sudah pasti dan yakin walau apapun yg akan terjadi... nahh kok bisa gitu ya? bulet kok pasti? pasti apanya coba? hihihi... ya dah ahh bingung juga mo bahas yg bulat-bulat...

Ya gimanapun hidup ini memang banyak misteri dan kata-kata yang kita tidak mengerti... kadang klo udah kita bilang benar orang lain salahin, klo kita bilang salah eh... ada yang bilang itu benar... terus klo kita diem dianggap gimana gitu klo komentar ya dianggap gimana juga ttg komentar kita... weleh-weleh seharusnya gimana dunk klo kita mo berkata-kata ato bersikap? apa harus kita lakukan sesuai pemikiran kita sendiri atau harus liat "kiri kanan" dulu? apakah kita harus tempatkan bulatan di kotak atau kotak di dalam bulatan? hiakhiakhiak... apa cuexxx is the best yahhh untuk kehidupan seperti sekarang ini? yahhhhh... tapi klo hidup cuexx dan tanpa ada penjelasan kurang seru juga kali ntar dikira sombong... huahahaha.

"kamu tidak dapat memperoleh karakter tanpa menempanya; dan apa yang kamu tempa bentuknya pasti akan berubah seiring waktu yang mungkin akan mengikis atau menambalnya"

That's all
C Ya... di blog yg akan datang.... wakakakaka
-----Poof-----

Tuesday, July 19, 2005

_PencariaN_

huehehehe... akhirnya saya kembali lagi setelah sekian lama bertualang... ya bertulang menghadpi ujian dll lah... skr sih masih tetap bertualang... bertualang lagi untuk melewati semester pendek yang rada membosankan karena harus belajar akuntansi lagi... huhuhu... ini FenFend ketik-ketik lagi di blog ini ya karena ada sesuatu yang menurut ku menarik sih makanya ketik-ketik lagi... ok ok sebelum itu ya biasalah FenFend akan memberikan sebuah cerita dulu agar lebih menarik... ok begini ceritanya...

Seribu tahun yang lalu ada 2 filsuf bertemu di suatu lereng gunung. Terus selama di perjalanan untuk mendaki gunung si filsuf 1 (f1) bertanya kepada filsuf 2 (f2) "Kemana engkau akan pergi?" f2 menjawab "ahh... mo tau aja kamu" f1 berkata lagi " loh kok kamu gitu sih jawabnya?" f2 berkata "so what gitu loh?" f1 menjawab "no what what sih, cuma pengen tau n tanya aja, mank ga boleh tanya ya?" f2 berkata "kenapa... tidak...? tapi apa perlu saya jawab pertanyaan mu?" f1 menjawab "ya klo bagi saya sih perlu" f2 bertanya lagi "emank klo aku jawab kamu bisa puas? apa ada jaminannya juga? klo gak mohh ahh..." f1 berkata "uuuuhhhhhhhh kok segitunya sih ke aku? masa jadi seorang filsuf gitu jawabnya?" f2 berkata "hahahaha... kok kamu juga gitu masa jadi filsuf sensian... bwek... hehehe canda-canda. Iya d aku jawab, aku kesini mo mencari mata air yg katanya sih ajaib dan konon yang minum air itu cintanya akan awet... klo kamu?" f1 menjawab "mencari misteri tentang kehidupan"

Selama perjalanan mereka terus membahas tentang apa yang mereka cari dan karena keduanya sama-sama filsuf ya tentunya mereka ga mau kalah satu sama lainnya, akhirnya terjadilah argument-argument juga... dan argument mereka itu di dengar seorang pertapa tua di gunung. Kemudian pertapa itu mendekati mereka dan bertanya "ada apa toh kok saling beragument di gunung ini? bukankah kalian mo mencari sesuatu di gunung ini? mungkin apa yang kalian cari itu sama cuma cara mengungkapkannya beda. Ingat loh yang kalian cari saat ini hanya satu dan itu berada dalam diri kalian berdua. Ok d klo begitu saya yang tua ini mungkin terlalu mencampuri urusan kalian so... cabut dulu ahhh yooo mann peaceee... hope c ya soon beibehh"

Dua filsuf itu terdiam sesaat melihat pertapa tua itu kemudian saling memandang dan akhirnya tertawalah mereka. Lalu salah satu dari mereka berkata, "Jadi sekarang akankah kita berjalan dan mencari bersama-sama?" dan filsuf satunya menjawab "loh siapa takut, gue gitu loh..."

-The End-

Ya begitulah ceritanya... intinya sih cuma tentang "mencari,mencari, dan mencari". Sebenarnya kita hidup ini penuh dengan pencarian kan? dari pencarian tentang jati diri kita sesungguhnya, pencarian tentang cinta, pencarian tentang kebahagiaan, dan cem macem lah... Terus menurut FenFend cerita diatas ada benernya juga sih toh saya yang karang-karang cerita nya. huahahaha ya ga semua sih dikarang-karang, tapi ya menurutku sih apa yang kita cari di dunia ini pasti cuma untuk 1 tujuan, tujuannya yaitu mendapatkan sesuatu yang lebih baik dari sekarang ini. Ya ini menurut pemikiranku ajahhh loh... misalnya aja kita sudah mendapatkan pekerjaan terus ya karena udah kerja n pulangnya capek kepinginnya cari orang yang bisa care ama kita n bisa mengusir kepenatan kita waktu pulang kerja dst.. dst... lah.

Ya bagaimanapun sebenarnya keinginan untuk mencari itu gak bakal habis lah... toh namanya juga manusia segala sesuatu yang sudah dia dapat pasti gak akan memuaskannya... sebenarnya dan seharusnya manusia tidak perlu kata "puas" toh manusia sendiri gak bakalan puas, ya menurutku "puas" itu muncul cuma untuk waktu yang sesaat seterusnya mungkin mo cari yang lebih lagi kan? dan menurutku kata "puas" itu cuma menunjukkan rasa syukur manusia aja karena saat itu dia susah menerima apa yang dia mau... tul gak tul gak... huehehehe... Yo dah lah selesai sudah pokok bahasan untuk saat ini klo lom puas mari kita mencari bersama-sama. Ok semoga apa yang saya ketik-ketik ini dapat memberikan sesuatu lah bagi yang membacanya... ok ciaoooo n c ya beibehhhh..... :D