Wednesday, March 18, 2009

Kekuatan Kata atau Kekuatan Air?

Haloooo semua.....

Hari ini tidak ada kejadian yang menarik, jadi seperti biasa kerjanya cuma browsing-browsing di kantor dan mencari informasi yang menarik. Dan ada satu artikel menarik yang FeNFenD temukan.



Berikut Artikelnya :

Ada suatu penelitian di Jepang

2 buah gelas di isi air yang di ambil dari sumber yang sama, satu di label A dan satu B

Pada kedua gelas di beri tulisan menghadap ke dalam (ke air)

Pada gelas A di beri tulisan kata-kata pujian : Kau air yg bening, sejuk, menyegarkan.

Pada gelas B di beri tulisan kata-kata makian : Kau air keruh, kotor, bau.

Kedua gelas di tutup dan tidak di sentuh sama sekali selama beberapa waktu. Kemudian setelah waktu yang di tentukan, tutup di buka, kertas di lepas. Dan ternyata; gelas A = air menjadi sangat jernih sedangkan gelas B = air menjadi kotor bahkan bau.

-End-


Hmm... Benarkah sebuah "Kata" sehebat itu ataukah segelas "Air" yang memiliki kekuatan layaknya makhluk hidup yang bisa terpengaruh oleh kata-kata? Secara ilmiah memang susah dijelaskan. Oh iya... dulu FeNFenD pernah punya pengalaman pergi ke kantor Nokia Siemens Network bersama boss dan beberapa staff kantor untuk melakukan presentasi. Dan yang menarik perhatian FeNFenD didalam presentasi itu, orang-orang dari Nokia Siemens Network masing-masing membawa segelas air minum yang dimana pada gelas tersebut bertuliskan kata "Happy" dan "Semangat"
Bisakah yang meminum dari gelas air itu jadi "Happy" dan "Semangat" ?? Jadi mau coba... hohoho
Sekian dulu deh... Ciao..

~(o^_^o)~

Wednesday, March 11, 2009

Kekuatan Kata

Yo balik lagi bersama FeNFenD disini... ^^ Duh bulan lalu cuma posting sekali aja ya di blog.. Tadi siang ada teman yang komplain dan tanya dimana postingan yang baru. Habis itu ngobrol ngarol ngidul deh di chattingan FB. Mengingat masa kuliah dulu yang sering chatting ampe gak ingat waktu dll.. dll. Trus ada satu hal yang menarik yang saya tangkap dari chattingan bersama teman yang sudah saya kenal bertahun-tahun itu, tapi belum pernah bertatap muka sama sekali. Yang menarik dalam permbicaraan FeNFend itu tentang pengaruh chattingan ya dengan sedikit bumbu-bumbu yang dinamakan "flirting" alias gombal, dan akhirnya bener-bener kejadian lawan bicaranya ampe terkena gombalan mautnya dan akhirnya... terserah anda... huehehehe. Aneh yah padahal lewat chatting aja kenapa orang bisa digombalin?
Nih seperti biasa ada selipan cerita menarik yang berhubungan.. selamat membaca...
Dua orang pria, keduanya menderita sakit keras, sedang dirawat di sebuah kamar rumah sakit. Seorang di antaranya menderita suatu penyakit yang mengharuskannya duduk di tempat tidur selama satu jam di setiap sore untuk mengosongkan cairan dari paru-parunya. Kebetulan, tempat tidurnya berada tepat di sisi jendela satu-satunya yang ada di kamar itu.

Sedangkan pria yang lain harus berbaring lurus di atas punggungnya. Setiap hari mereka saling bercakap-cakap selama berjam-jam. Mereka membicarakan istri dan keluarga, rumah, pekerjaan, keterlibatan mereka di ketentaraan, dan tempat-tempat yang pernah mereka kunjungi selama liburan.

Setiap sore, ketika pria yang tempat tidurnya berada dekat jendela di perbolehkan untuk duduk, ia menceritakan tentang apa yang terlihat di luar jendela kepada rekan sekamarnya. Selama satu jam itulah, pria ke dua merasa begitu senang dan bergairah membayangkan betapa luas dan indahnya semua kegiatan dan warna-warna indah yang ada di luar sana.

"Di luar jendela, tampak sebuah taman dengan kolam yang indah. Itik dan angsa berenang-renang cantik, sedangkan anak-anak bermain dengan perahu-perahu mainan. Beberapa pasangan berjalan bergandengan di tengah taman yang dipenuhi dengan berbagai macam bunga berwarnakan pelangi. Sebuah pohon tua besar menghiasi taman itu. Jauh di atas sana terlihat kaki langit kota yang mempesona. Suatu senja yang indah."

Pria pertama itu menceritakan keadaan di luar jendela dengan detil, sedangkan pria yang lain berbaring memejamkan mata membayangkan semua keindahan pemandangan itu. Perasaannya menjadi lebih tenang, dalam menjalani kesehariannya di rumah sakit itu. Semangat hidupnya menjadi lebih kuat, percaya dirinya bertambah.

Pada suatu sore yang lain, pria yang duduk didekat jendela menceritakan tentang parade karnaval yang sedang melintas. Meski pria yang ke dua tidak dapat mendengar suara parade itu, namun ia dapat melihatnya melalui pandangan mata pria yang pertama yang menggambarkan semua itu dengan kata-kata yang indah.

Begitulah seterusnya, dari hari ke hari. Dan, satu minggu pun berlalu.

Suatu pagi, perawat datang membawa sebaskom air hangat untuk mandi. Ia mendapati ternyata pria yang berbaring di dekat jendela itu telah meninggal dunia dengan tenang dalam tidurnya. Perawat itu menjadi sedih lalu memanggil perawat lain untuk memindahkannya ke ruang jenazah. Kemudian pria yang kedua ini meminta pada perawat agar ia bisa dipindahkan ketempat tidur di dekat jendela itu. Perawat itu menuruti kemauannya dengan senang hati dan mempersiapkan segala sesuatunya. Ketika semuanya selesai, ia meninggalkan pria tadi seorang
diri dalam kamar.

Dengan perlahan dan kesakitan, pria ini memaksakan dirinya untuk bangun. Ia ingin sekali melihat keindahan dunia luar melalui jendela itu. Betapa senangnya, akhirnya ia bisa melihat sendiri dan menikmati semua keindahan itu. Hatinya tegang, perlahan ia menjengukkan kepalanya ke jendela di samping tempat tidurnya. Apa yang dilihatnya?

Ternyata, jendela itu menghadap ke sebuah TEMBOK KOSONG!!!

Ia berseru memanggil perawat dan menanyakan apa yang membuat teman pria yang sudah wafat tadi bercerita seolah-olah melihat semua pemandangan yang luar biasa indah di balik jendela itu. Perawat itu menjawab bahwa sesungguhnya pria tadi adalah seorang yang BUTA bahkan tidak bisa melihat tembok sekalipun.

"Barangkali ia ingin memberimu semangat hidup" kata perawat itu.

Renungan:

Kita percaya, setiap kata selalu bermakna bagi setiap orang yang mendengarnya. Setiap kata, adalah layaknya pemicu, yang mampu menelisik sisi terdalam hati manusia, dan membuat kita melakukan sesuatu. Kata-kata, akan selalu memacu dan memicu kita untuk menggerakkan setiap anggota tubuh kita, dalam berpikir, dan bertindak.

Kita percaya, dalam kata-kata, tersimpan kekuatan yang sangat kuat. Dan kita telah sama-sama melihatnya dalam cerita tadi. Kekuatan kata-kata, akan selalu hadir pada kita yang percaya.

Kita percaya, kata-kata yang santun, sopan, penuh dengan motivasi, bernilai dukungan, memberikan kontribusi positif dalam setiap langkah manusia. Ujaran-ujaran yang bersemangat, tutur kata yang membangun, selalu menghadirkan sisi terbaik dalam hidup kita. Ada hal-hal yang mempesona saat kita mampu memberikan kebahagiaan kepada orang lain. Menyampaikan keburukan, sebanding dengan setengah kemuraman, namun, menyampaikan kebahagiaan akan melipat gandakan kebahagiaan itu sendiri. Jadi jangan bermain-main dengan kata dan jangan menyakiti orang dengan kata-kata yang tajam karena itu akan meninggalkan bekas yang sangat mendalam bagi orang yang tidak bisa menerima kata yang diucapkan tersebut. Ingat!!! jangan karena setitik Nila rusak Susu sebelanga. Salam dari FeNFenD... Hohoho...
~(o^_^o)~

Monday, February 23, 2009

Orang Tua

Hi semua...
Apa kabar? FeNFenD harap semua baik-baik saja... Barusan FeNFenD lagi browsing-brwosing n liat-liat gambar mie nih.. eh gak taunya ketemu satu cerita yang menarik.. berikut ceritanya.

Semangkuk Mie

Pada malam itu, Ana bertengkar dengan ibunya. Karena sangat marah, Ana segera meninggalkan rumah tanpa membawa apapun. Saat berjalan di suatu jalan, ia baru menyadari bahwa ia sama sekali tidak membawa uang.

Saat menyusuri sebuah jalan, ia melewati sebuah kedai bakmi dan ia mencium harumnya aroma masakan. Ia ingin sekali memesan semangkuk bakmi, tetapi Ana tidak mempunyai uang. Pemilik kedai melihat Ana berdiri cukup lama di depan kedainya, lalu berkata "Nona, apakah engkau ingin memesan semangkuk bakmi?"
"Ya, tetapi, aku tidak membawa uang" jawab Ana dengan malu-malu
"Tidak apa-apa, aku akan mentraktirmu," jawab si pemilik kedai. "Silahkan duduk, aku akan memasakkan bakmi untukmu."

Tidak lama kemudian, pemilik kedai itu mengantarkan semangkuk bakmi. Ana segera makan beberapa suap, kemudian air matanya mulai berlinang.
"Ada apa nona?" tanya si pemilik kedai."tidak apa-apa," aku hanya terharu jawab Ana sambil mengeringkan air matanya.
"Bahkan, seorang yang baru kukenal pun memberi aku semangkuk bakmi, tetapi, ibuku sendiri, setelah bertengkar denganku, mengusirku dari rumah dan mengatakan kepadaku agar jangan kembali lagi ke rumah. Kau, seorang yang baru kukenal, tetapi begitu peduli denganku dibandingkan dengan ibu kandungku sendiri," katanya kepada pemilik kedai.

Pemilik kedai itu setelah mendengar perkataan Ana, menarik nafas panjang dan berkata, "Nona, mengapa kau berpikir seperti itu? Renungkanlah hal ini,aku hanya memberimu semangkuk bakmi dan kau begitu terharu. Ibumu telah memasak bakmi dan nasi untukmu saat kau kecil sampai saat ini, mengapa kau tidak berterima kasih kepadanya? Dan kau malah bertengkar dengannya?"

Ana, terhenyak mendengar hal tersebut. "Mengapa aku tidak berpikir tentang hal tersebut? semangkuk bakmi dari orang yang baru kukenal, aku begitu berterima kasih, tetapi kepada ibuku yang memasak untukku selama bertahun-tahun, aku bahkan tidak memperlihatkan kepedulianku kepadanya. Dan hanya karena persoalan sepele, aku bertengkar dengannya."
Ana, segera menghabiskan bakminya, lalu ia menguatkan dirinya untuk segera pulang ke rumahnya.

Saat berjalan ke rumah, ia memikirkan kata-kata yg hrs diucapkan kepada ibunya. Begitu sampai di ambang pintu rumah, ia melihat ibunya dengan wajah letih dan cemas. Ketika bertemu dengan Ana, kalimat pertama yang keluar dari mulutnya adalah "Ana kau sudah pulang, cepat masuklah, aku telah menyiapkan makan malam dan makanlah dahulu sebelum kau tidur, makanan akan menjadi dingin jika kau tidak memakannya sekarang". Pada saat itu Ana tidak dapat menahan tangisnya dan ia menangis dihadapan ibunya.
Sekali waktu, kita mungkin akan sangat berterima kasih kepada org lain disekitar kita untuk suatu pertolongan kecil yang diberikan kepada kita.Tetapi kepada orang yang sangat dekat dengan kita (keluarga), khususnya orang tua kita, kita harus ingat bahwa kita berterima kasih kepada mereka seumur hidup kita.


RENUNGAN:
BAGAIMANAPUN KITA TIDAK BOLEH MELUPAKAN JASA ORANG TUA KITA. SERINGKALI KITA MENGANGGAP PENGORBANAN MEREKA MERUPAKAN SUATU PROSES ALAMI YANG BIASA SAJA, TETAPI KASIH DAN KEPEDULIAN ORANG TUA KITA ADALAH HADIAH PALING BERHARGA YANG DIBERIKAN KEPADA KITA SEJAK KITA LAHIR.

Tuesday, January 27, 2009

Can U Read This? (Indonesian Version)

Murenut sautu pelneitian di Uinervtisas Cmabridge, utruan hruuf dlaam ktaa
tiadk penitng. Ckuup huurf petrama dan trekahhir ynag ada pdaa tepmatyna.
Siasyna bsia dtiluis bernataakn, teatp ktia daapt mebmacayna. Ini dsieabbkan
kaerna oatk ktia tdiak mebmcaa huurf per hruuf, nmaun ktaa per ktaa. Laur bisaa
kan?

~(o^_^o)~

Wednesday, January 14, 2009

Lyric: WE WILL NOT GO DOWN (Song for Gaza)

(Composed by Michael Heart)


A blinding flash of white light
Lit up the sky over Gaza tonight
People running for cover
Not knowing whether they’re dead or alive

They came with their tanks and their planes
With ravaging fiery flames
And nothing remains
Just a voice rising up in the smoky haze

We will not go down
In the night, without a fight
You can burn up our mosques and our homes and our schools
But our spirit will never die
We will not go down
In Gaza tonight

Women and children alike
Murdered and massacred night after night
While the so-called leaders of countries afar
Debated on who’s wrong or right

But their powerless words were in vain
And the bombs fell down like acid rain
But through the tears and the blood and the pain
You can still hear that voice through the smoky haze

We will not go down
In the night, without a fight
You can burn up our mosques and our homes and our schools
But our spirit will never die
We will not go down
In Gaza tonight

Thursday, January 08, 2009

Perang

Selamat Tahun Baru 2009 buat para pembaca blog ini.
Haeh... Bukannya di tahun baru ini (tahun 2009) kita hidup semakin maju dan damai malah ada pergolakan di Israel dan Palestina yang banyak menelan korban jiwa orang-orang yang tidak berdosa seperti anak-anak atau wanita yang tidak tahu apa-apa. Bayangkan saja sejak tanggal 27 Desember 2008 sampai hari dimana fenfend posting blog masih saja belum selesai perangnya.

Apakah perang tidak bisa membedakan usia, jenis kelamin, dan warga yang tidak tahu apa-apa? Haruskah demi ego sekelompok orang yang saling bertolak belakang orang yang tidak ada sangkut pautnya juga terkena dampaknya juga? Mau menjadi apa manusia kalau begitu? Apakah benar manusia adalah makhluk hidup yang berakhlak tinggi? Menyedihkan yah hidup manusia sekarang? "manusiawi" hahahaha... harus dihapus kali sekarang kata ini dari dalam kamus.

Dikutip dari Wikipedia :
Perang adalah sebuah aksi fisik dan non fisik antara dua kelompok atau lebih untuk melakukan dominasi di wilayah yang dipertentangkan. Perang secara purba di maknai sebagai pertikaian bersenjata, di era modern, perang lebih mengarah pada superioritas teknologi dan industri, hal ini tercermin dari doktrin angkatan perangnya seperti "Barang siapa menguasai ketinggian maka menguasai dunia", hal ini menunjukkan bahwa penguasaan atas ketinggian harus dicapai oleh teknologi. Namun kata Perang tidak lagi berperan sebagai kata kerja, namun sudah bergeser pada kata sifat, yang mempopulerkan hal ini adalah para jurnalis, sehingga lambat laun pergeseran ini mendapatkan posisinya, namun secara umum perang berarti "pertentangan". Secara spesifik dan wilayah filosofis, perang merupakan turunan sifat dasar manusia yang tetap sampai sekarang memelihara dominasi dan persaingan sebagai sarana memperkuat eksistensi diri. Dengan mulai secara psikologis dan fisik. Dengan melibatkan diri sendiri dan orang lain, baik secara kelompok atau bukan.

Parah nih manusia, karena "pertentangan" bisa timbul korban jiwa, korbannya tidak tahu apa-apa lagi mengenai "pertentangan" itu. Ya semoga perang Israel - Palestina bisa cepat berakhir deh... dan tidak lagi muncul perang-perang yang melibatkan fisik dan nyawa lagi... mending kita berperang melawan kemiskinan, berperang melawan kebobrokan moral manusia dll.. ya pokoknya untuk mencapai hal yang positif buat kehidupan manusia deh.
Sekian...
"Say Peace Not War"
~(o^_^o)~

Friday, December 05, 2008

Can You Read This?

Cna yuo raed tihs???
Olny 55% of plepoe can.
I cdnuolt blveiee taht I cluod aulaclty uesdnatnrd waht I was rdanieg. The phaonmneal pweor of the hmuan mnid, aoccdrnig to a rscheearch at Cmabrigde Uinervtisy, it dseno't mtaetr in waht oerdr the ltteres in a wrod are, the olny iproamtnt tihng is taht the frsit and lsat ltteer be in the rghit pclae. The rset can be a taotl mses and you can sitll raed it whotuit a pboerlm. Tihs is bcuseae the huamn mnid deos not raed ervey lteter by istlef, but the wrod as a wlohe. Azanmig huh? yaeh and I awlyas tghuhot slpeling was ipmorantt!


~(o^_^o)~

Monday, November 10, 2008

~Memilih~

Halo semua yang sedang menunggu postingan FeNFenD...
Jadi terharu ada yang kasih comment... dan comment terbaik jatuh pada... mmm.... siapa yah? susah juga buat memilih... ngomong-ngomong soal memilih, apakah kehidupan kita selalu dihadapkan dengan pilihan? haruskah kita memilih salah satu dan mungkin dengan memilih salah satu kita akan mengorbankan yang lainnya... ya itulah namanya suatu pilihan.
Ya seperti biasa ini ada selipan cerita agar lebih menarik:

Ada 2 buah bibit tanaman yang terhampar di sebuah ladang yg subur. Bibit yg pertama berkata, "Aku ingin tumbuh besar. aku ingin menjejakkan akarku dalam-dalam di tanah ini, dan menjulangkan tunas-tunasku di atas kerasnya tanah ini. Aku ingin membentangkan semua tunasku, untuk menyampaikan salam musim semi. Aku ingin merasakan kehangatan matahari, dan kelembutan embun pagi di pucuk-pucuk daunku."dan bibit itu tumbuh, makin menjulang.
Bibit yg kedua bergumam, "Aku takut, jika ku tanamkan akarku ke dalam tanah ini, aku tak tahu, apa yg akan kutemui di bawah sana. Bukankah disana sangat gelap? Dan jika kuteroboskan tunasku ke atas, bukankah nanti keindahan tunas-tunasku akan hilang? Tunasku ini pasti akan terkoyak. Apa yg akan terjadi jika tunasku terbuka, dan siput-siput mencoba untuk memakannya? Dan pasti, jika aku tumbuh merekah, semua anak kecil akan berusaha untuk mencabutku dari tanah. Tidak akan lebih baik jika aku menunggu sampai semuanya aman."Dan bibit itupun menunggu dalam kesendirian.Beberapa pekan kemudian, seekor ayam mengais tanah itu, menemukan bibit yg kedua tadi, dan mencaploknya segera.

Renungan:
Memang, selalu saja ada pilihan dalam hidup. Selalu saja ada lakon-lakon yg harus kita jalani. Namun seringkali kita berada dalam kepesimisan, kengerian, keraguan dan kebimbangan-kebimbangan yang kita ciptakan sendiri. Kita kerap terbuai dengan alasan-alasan untuk tak mau melangkah, tak mau menatap hidup. Karena hidup adalah pilihan, maka, hadapilah itu . Dan karena hidup adalah pilihan, maka, pilihlah dengan bijak.

Sekian ceritanya... semoga bisa memberikan inspirasi bagi yang membacanya...
~(o^_^o)~

Tuesday, October 21, 2008

Istirahat?

Halo semua... Mau posting cerita lagi nih di hari yang sangat membosankan ini... Banyak permasalahan yang FeNFenD hadapin yang mungkin sampai hari ini masih belum bisa keluar dari permasalahan itu, gak FeNFenD aja sih yang hadapin permasalahan sekarang, mungkin masih banyak lagi orang yang menghadapi permasalahan yang lebih memusingkan dan lebih bikin stress. Apalagi sekarang dunia lagi menghadapi krisis keuangan, benar-benar makin banyak orang yang stress sampai ada yang tega-teganya menghabisi keluarganya sendiri dan diri dia sendiri untuk mengakhiri semua yang bikin stress. Kenapa kita gak bisa lepas dari masalah? Kapan kita bisa istirahat tanpa memikirkan masalah? Apa kita tidak bisa istirahat dari masalah? Atau kita yang harus mengistirahatkan masalah kita? Ya udah deh daripada pusing-pusing kita baca aja ya cerita berikut.


Malam telah larut saat saya meninggalkan kantor. Telah lewat pukul 11 malam. Pekerjaan yang menumpuk, membuat saya harus pulang selarut ini.

Ah, hari yang menjemukan saat itu. Terlebih, setelah beberapa saat berjalan, warna langit tampak memerah. Rintik hujan mulai turun. Lengkap sudah, badan yang lelah ditambah dengan "acara" kehujanan.

Setengah berlari saya mencari tempat berlindung. Untunglah, penjual nasi goreng yang mangkal di pojok jalan, mempunyai tenda sederhana. Lumayan, pikir saya. Segera saya berteduh, menjumpai bapak penjual yang sendirian ditemani rokok dan lampu petromak yang masih menyala.

Dia menyilahkan saya duduk. "Disini saja dik, daripada kehujanan...," begitu katanya saat saya meminta ijin berteduh.
Benar saja, hujan mulai deras, dan kami makin terlihat dalam kesunyian yang pekat. Karena merasa tak nyaman atas kebaikan bapak penjual dan tendanya, saya berkata, " tolong bikin mie goreng pak, di makan disini saja."
Sang Bapak tersenyum, dan mulai menyiapkan tungku apinya. Dia tampak sibuk. Bumbu dan penggorengan pun telah siap untuk di racik. Tampaklah pertunjukkan sebuah pengalaman yang tak dapat diraih dalam waktu sebentar.

Tangannya cekatan sekali meraih botol kecap dan segenap bumbu. Segera saja,mie goreng yang mengepul telah terhidang. Keadaan yang semula canggung mulai hilang. Basa-basi saya bertanya, "Wah hujannya tambah deras nih, orang-orang makin jarang yang keluar ya Pak?" Bapak itu menoleh ke arah saya, dan berkata, "Iya dik, jadi sepi nih dagangan saya.." katanya sambil menghisap rokok dalam-dalam.

"Kalau hujan begini, jadi sedikit yang beli ya Pak?" kata saya, "Wah, rezekinya jadi berkurang dong ya?" Duh. Pertanyaan yang bodoh. Tentu saja tak banyak yang membeli kalau hujan begini. Tentu, pertanyaan itu hanya akan membuat Bapak itu tambah sedih. Namun, agaknya saya keliru...

"Gusti Allah, ora sare dik, (Allah itu tidak pernah istirahat), begitu katanya. "Rezeki saya ada dimana-mana. Saya malah senang kalau hujan begini. Istri sama anak saya di kampung pasti dapat air buat sawah. Yah, walaupun nggak lebar, tapi lumayan lah tanahnya." Bapak itu melanjutkan, "Anak saya yang disini pasti bisa ngojek payung kalau besok masih hujan.....".
Degh. Dduh, hati saya tergetar. Bapak itu benar, "Gusti Allah ora sare". Allah Memang Maha Kuasa, yang tak pernah istirahat buat hamba-hamba-Nya. Saya rupanya telah keliru memaknai hidup. Filsafat hidup yang saya punya, tampak tak ada artinya di depan perkataan sederhana itu. Maknanya terlampau dalam, membuat saya banyak berpikir dan menyadari kekerdilan saya dihadapan Tuhan.

Saya selalu berpikiran, bahwa hujan adalah bencana, adalah petaka bagi banyak hal. Saya selalu berpendapat, bahwa rezeki itu selalu berupa materi, dan hal nyata yang bisa digenggam dan dirasakan. Dan saya juga berpendapat, bahwa saat ada ujian yang menimpa, maka itu artinya saya cuma harus bersabar. Namun saya keliru. Hujan, memang bisa menjadi bencana, namun rintiknya bisa menjadi anugerah bagi setiap petani. Derasnya juga adalah berkah bagi sawah-sawah yang perlu diairi. Derai hujan mungkin bisa menjadi petaka, namun derai itu pula yang menjadi harapan bagi sebagian orang yang mengojek payung, atau mendorong mobil yang mogok.

Hmm...saya makin bergegas untuk menyelesaikan mie goreng itu. Beribu pikiran tampak seperti lintasan-lintasan cahaya yang bergerak dibenak saya."Ya Allah, Engkau Memang Tak Pernah Beristirahat" Untunglah, hujan telah reda, dan sayapun telah selesai makan.
Dalam perjalanan pulang, hanya kata itu yang teringat, Gusti Allah OraSare..... Gusti Allah Ora Sare.....

Begitulah, saya sering takjub pada hal-hal kecil yang ada di depan saya. Allah memang selalu punya banyak rahasia, dan mengingatkan kita dengan cara yang tak terduga. Selalu saja, Dia memberikan Cinta kepada saya lewat hal-hal yang sederhana. Dan hal-hal itu, kerap membuat saya menjadi semakin banyak belajar.

Dulu, saya berharap, bisa melewati tahun ini dengan hal-hal besar, dengan sesuatu yang istimewa. Saya sering berharap, saat saya bertambah usia, harus ada hal besar yang saya lampaui. Seperti tahun sebelumnya, saya ingin ada hal yang menakjubkan saya lakukan.
Namun, rupanya tahun ini Allah punya rencana lain buat saya. Dalam setiap doa saya, sering terucap agar saya selalu dapat belajar dan memaknai hikmah kehidupan. Dan kali ini Allah pun tetap memberikan saya yang terbaik. Saya tetap belajar, dan terus belajar, walaupun bukan dengan hal-hal besar dan istimewa.
Gimana cerita di atas? Apa yang bisa petik dari cerita di atas? Hmm... (Berpikir Keras) Sekian dulu yah... C Ya...
"A question that sometimes drives me hazy: am I or are the others crazy?"
~(o^_^o)~

Tuesday, October 14, 2008

Renungan...

Siang 14 Oktober 2008, FeNFenD browsing-browsing buat cari e-book tutorial tentang programming, eh gak taunya dapat satu tulisan yang mungkin menurut FeNFenD itu adalah doa... isinya begini :
  • Aku berdoa agar diberikan kekuatan... Namun, Allah memberikanku cobaan agar aku kuat menghadapinya.
  • Aku berdoa agar diberikan kebijaksanaan... Namun, Allah memberikanku masalah agar aku mampu memecahkannya.
  • Aku berdoa agar diberikan kecerdasan...Namun, Allah memberikanku otak dan pikiran agar aku dapat belajar dari-Nya.
  • Aku berdoa agar diberikan keberanian...Namun, Allah memberikanku persoalan agar aku mampu menghadapinya.
  • Aku berdoa agar diberikan cinta dan kasih sayang..... Namun, Allah memberikanku orang-orang yang luka hatinya agar aku dapat berbagi dengannya.
  • Aku berdoa agar diberikan kebahagiaan...Namun, Allah memberikanku pintu kesempatan agar aku dapat memanfaatkannya.
Hmm... Apa benar Allah begitu dalam menjawab segala doa kita? Renungkanlah... dan carilah makna dari apa yang kita dapatkan hari ini, besok dan seterusnya...
Put some colour into your life, firstly paint the colour you like on love.
~(o^_^o)~

Tuesday, September 23, 2008

Nice Story

Cerita ini FeNFenD ambil dari blog teman FeNFenD. Mengharukan banget loh ceritanya...
Silahkan menikmati cerita di bawah ini. :)
Aku pernah datang dan aku sangat patuh...

Kisah tentang seorang gadis kecil yang cantik yang memiliki sepasang bola mata yang indah dan hati yang lugu polos. Dia adalah seorang yatim piatu dan hanya sempat hidup di dunia ini selama delapan tahun. Satu kata terakhir yang ia tinggalkan adalah saya pernah datang dan saya sangat penurut.Anak ini rela melepasakan pengobatan, padahal sebelumnya dia telah memiliki dana pengobatan sebanyak 540.000 dolar yang didapat dari perkumpulan orang Chinese seluruh dunia. Dan membagi dana tersebut menjadi tujuh bagian, yang dibagikan kepada tujuh anak kecil yang juga sedang berjuang menghadapi kematian.Dan dia rela melepaskan pengobatannya.

Begitu lahir dia sudah tidak mengetahui siapa orang tua kandungnya. Dia hanya memiliki seorang papa yang mengadopsinya. Papanya berumur 30 tahun yang bertempat tinggal di provinsi She Cuan kecamatan Suang Liu, kota Sang Xin Zhen Yun Ya Chun Er Cu. Karena miskin, maka selama ini ia tidak menemukan pasangan hidupnya. Kalau masih harus mengadopsi anak kecil ini, mungkin tidak ada lagi orang yang mau dilamar olehnya. Pada tanggal 30 November 1996, tgl 20 bln 10 imlek, adalah saat dimana papanya menemukan anak kecil tersebut diatas hamparan rumput, disanalah papanya menemukan seorang bayi kecil yang sedang kedinginan. Pada saat menemukan anak ini, di dadanya terdapat selembar kartu kecil tertulis, 20 November jam 12.

Melihat anak kecil ini menangis dengan suara tangisannya sudah mulai melemah.Papanya berpikir kalau tidak ada orang yang memperhatikannya, maka kapan saja bayi ini bisa meninggal. Dengan berat hati papanya memeluk bayi tersebut, dengan menghela nafas dan berkata, "saya makan apa, maka kamu juga ikut apa yang saya makan". Kemudian papanya memberikan dia nama Yu Yan.

Ini adalah kisah seorang pemuda yang belum menikah yang membesarkan seorang anak, tidak ada Asi dan juga tidak mampu membeli susu bubuk, hanya mampu memberi makan bayi tersebut dengan air tajin (air beras).Maka dari kecil anak ini tumbuh menjadi lemah dan sakit-sakitan. Tetapi anak ini sangat penurut dan sangat patuh. Musim silih berganti, Yu Yuan pun tumbuh dan bertambah besar serta memiliki kepintaran yang luar biasa. Para tetangga sering memuji Yu Yuan sangat pintar, walaupun dari kecil sering sakit-sakitan dan mereka sangat menyukai Yu Yuan. Ditengah ketakutan dan kecemasan papanya, Yu Yuan pelan-pelan tumbuh dewasa.

Yu Yuan yang hidup dalam kesusahan memang luar biasa, mulai dari umur lima tahun, dia sudah membantu papa mengerjakan pekerjaan rumah. Mencuci baju, memasak nasi dan memotong rumput. Setiap hal dia kerjakan dengan baik. Dia sadar dia berbeda dengan anak-anak lain. Anak-anak lain memiliki sepasang orang tua, sedangkan dia hanya memiliki seorang papa. Keluarga ini hanya mengandalkan dia dan papa yang saling menopang. Dia harus menjadi seorang anak yang penurut dan tidak boleh membuat papa menjadi sedih dan marah.

Pada saat dia masuk sekolah dasar, dia sendiri sudah sangat mengerti, harus giat belajar dan menjadi juara di sekolah. Inilah yang bisa membuat papanya yang tidak berpendidikan menjadi bangga di desanya. Dia tidak pernah mengecewakan papanya, dia pun bernyanyi untuk papanya. Setiap hal yang lucu yang terjadi disekolahnya di ceritakan kepada papanya. Kadang-kadang dia bisa nakal dengan mengeluarkan soal-soal yang susah untuk menguji papanya.

Setiap kali melihat senyuman papanya, dia merasa puas dan bahagia.Walaupun tidak seperti anak-anak lain yang memiliki mama, tetapi bisa hidup bahagia dengan papa, ia sudah sangat berbahagia.
Mulai dari bulan Mei 2005 Yu Yuan mulai mengalami mimisan. Pada suatu pagi saat Yu Yuan sedang mencuci muka, ia menyadari bahwa air cuci mukanya sudah penuh dengan darah yang ternyata berasal dari hidungnya. Dengan berbagai cara tidak bisa menghentikan pendarahan tersebut. Sehingga papanya membawa Yu Yuan kepuskesmas desa untuk disuntik. Tetapi sayangnya dari bekas suntikan itu juga mengeluarkan darah dan tidak mau berhenti. Dipahanya mulai bermunculan bintik-bintik merah. Dokter tersebut menyarankan papanya untuk membawa Yu Yuan ke rumah sakit untuk diperiksa. Begitu tiba di rumah sakit, Yu Yuan tidak mendapatkan nomor karena antrian sudah panjang. Yu Yuan hanya bisa duduk sendiri dikursi yang panjang untuk menutupi hidungnya. Darah yang keluar dari hidungnya bagaikan air yang terus mengalir dan memerahi lantai.
Karena papanya merasa tidak enak kemudian mengambil sebuah baskom kecil untuk menampung darah yang keluar dari hidung Yu Yuan. Tidak sampai sepuluh menit, baskom yang kecil tersebut sudah penuh berisi darah yang keluar dari hidung Yu Yuan.
Dokter yang melihat keadaaan ini cepat-cepat membawa Yu Yuan untuk diperiksa. Setelah diperiksa, dokter menyatakan bahwa Yu Yuan terkena Leukimia ganas. Pengobatan penyakit tersebut sangat mahal yang memerlukan biaya sebesar 300.000$. Papanya mulai cemas melihat anaknya yang terbaring lemah diranjang. Papanya hanya memiliki satu niat yaitu menyelamatkan anaknya. Dengan berbagai cara meminjam uang kesanak saudara dan teman dan ternyata, uang yang terkumpul sangatlah sedikit.Papanya akhirnya mengambil keputusan untuk menjual rumahnya yang merupakan harta satu satunya. Tapi karena rumahnya terlalu kumuh, dalam waktu yang singkat tidak bisa menemukan seorang pembeli.

Melihat mata papanya yang sedih dan pipi yang kian hari kian kurus.Dalam hati Yu Yuan merasa sedih. Pada suatu hari Yu Yuan menarik tangan papanya, air mata pun mengalir dikala kata-kata belum sempat terlontar. "Papa saya ingin mati".Papanya dengan pandangan yang kaget melihat Yu Yuan, "Kamu baru berumur 8 tahun kenapa mau mati". "Saya adalah anak yang dipungut, semua orang berkata nyawa saya tak berharga, tidaklah cocok dengan penyakit ini, biarlah saya keluar dari rumah sakit ini."

Pada tanggal 18 juni, Yu Yuan mewakili papanya yang tidak mengenal huruf, menandatangani surat keterangan pelepasan perawatan. Anak yang berumur delapan tahun itu pun mengatur segala sesuatu yang berhubungan dengan pemakamannya sendiri. Hari itu juga setelah pulang kerumah, Yu Yuan yang sejak kecil tidak pernah memiliki permintaan, hari itu meminta dua permohonan kepada papanya. Dia ingin memakai baju baru dan berfoto. Yu Yuan berkata kepada papanya: "Setelah saya tidak ada, kalau papa merindukan saya lihatlah foto ini".
Hari kedua, papanya menyuruh bibi menemani Yu Yuan pergi ke kota dan membeli baju baru. Yu Yuan sendirilah yang memilih baju yang dibelinya. Bibinya memilihkan satu rok yang berwarna putih dengan corak bintik-bintik merah. Begitu mencoba dan tidak rela melepaskannya. Kemudian mereka bertiga tiba disebuah studio foto. Yu Yuan kemudian memakai baju barunya dengan pose secantik mungkin berjuang untuk tersenyum. Bagaimanapun ia berusaha tersenyum, pada akhirnya juga tidak bisa menahan air matanya yang mengalir keluar. Kalau bukan karena seorang wartawan Chuan Yuan yang bekerja di surat kabar Cheng Du Wan Bao, Yu Yuan akan seperti selembar daun yang lepas daripohon dan hilang ditiup angin.

Setelah mengetahui keadaan Yu Yuan dari rumah sakit, Chuan Yuan kemudian menuliskan sebuah laporan, menceritakan kisah Yu Yuan secara detail. Cerita tentang anak yg berumur 8 tahun mengatur pemakamakannya sendiri dan akhirnya menyebar keseluruh kota Rong Cheng. Banyak orang-orang yang tergugah oleh seorang anak kecil yang sakit ini, dari ibu kota sampai satu Negara bahkan sampai keseluruh dunia. Mereka mengirim email keseluruh dunia untuk menggalang dana bagi anak ini". Dunia yang damai ini menjadi suara panggilan yang sangat kuat bagi setiap orang.

Hanya dalam waktu sepuluh hari, dari perkumpulan orang Chinese didunia saja telah mengumpulkan 560.000 dolar. Biaya operasi pun telah tercukupi. Titik kehidupan Yu Yuan sekali lagi dihidupkan oleh cinta kasih semua orang.
Setelah itu, pengumuman penggalangan dana dihentikan tetapi dana terus mengalir dari seluruh dunia. Dana pun telah tersedia dan para dokter sudah ada untuk mengobati Yu Yuan. Satu demi satu gerbang kesulitan pengobatan juga telah dilewati. Semua orang menunggu hari suksesnya Yu Yuan.

Ada seorang teman di-email bahkan menulis: "Yu Yuan anakku yang tercintasaya mengharapkan kesembuhanmu dan keluar dari rumah sakit. Saya mendoakanmu cepat kembali ke sekolah. Saya mendambakanmu bisa tumbuh besar dan sehat. Yu Yuan anakku tercinta."

Pada tanggal 21 Juni, Yu Yuan yang telah melepaskan pengobatan dan menunggu kematian akhirnya dibawa kembali ke ibu kota . Dana yang sudah terkumpul, membuat jiwa yang lemah ini memiliki harapan dan alasan untuk terus bertahan hidup. Yu Yuan akhirnya menerima pengobatan dan dia sangat menderita didalam sebuah pintu kaca tempat dia berobat. Yu Yuan kemudian berbaring di ranjang untuk diinfus. Ketegaran anak kecil ini membuat semua orang kagum padanya. Dokter yang menangani dia, Shii Min berkata, dalam perjalanan proses terapi akan mendatangkan mual yang sangat hebat. Pada permulaan terapi Yu Yuan sering sekali muntah. Tetapi Yu Yuan tidak pernah mengeluh. Pada saat pertama kali melakukan pemeriksaan sumsum tulang belakang, jarum suntik ditusukkan dari depan dadanya, tetapi Yu Yuan tidak menangis dan juga tidak berteriak, bahkan tidak meneteskan air mata. Yu yuan yang dari dari lahir sampai maut menjemput tidak pernah mendapat kasih sayang seorang ibu. Pada saat dokter Shii Min menawarkan Yu Yuan untuk menjadi anak perempuannya. Airmata Yu Yuan pun mengalir tak terbendung.

Hari kedua saat dokter Shii Min datang, Yu Yuan dengan malu-malu memanggil dengan sebutan Shii Mama. Pertama kalinya mendengar suara itu, Shii Min kaget, dan kemudian dengan tersenyum dan menjawab, "Anak yang baik". Semua orang mendambakan sebuah keajaiban dan menunggu momen dimana Yu Yuan hidup dan sembuh kembali. Banyak masyarakat datang untuk menjenguk Yu Yuan dan banyak orang menanyakan kabar Yu Yuan dari email. Selama dua bulan Yu Yuan melakukan terapi dan telah berjuang menerobos sembilan pintu maut. Pernah mengalami pendarahan dipencernaan dan selalu selamat dari bencana. Sampai akhirnya darah putih dari tubuh Yu Yuan sudah bisa terkontrol. Semua orang-orang pun menunggu kabar baik dari kesembuhan Yu Yuan.

Tetapi efek samping yang dikeluarkan oleh obat-obat terapi sangatlah menakutkan, apalagi dibandingkan dengan anak-anak leukemia yang lain. Fisik Yu Yuan jauh sangat lemah. Setelah melewati operasi tersebut fisik Yu Yuan semakin lemah.

Pada tanggal 20 agustus, Yu Yuan bertanya kepada wartawan Fu Yuan: "Tante kenapa mereka mau menyumbang dana untuk saya? Tanya Yu Yuan kepada wartawan tersebut. Wartawan tersebut menjawab, karena mereka semua adalah orang yang baik hati". Yu Yuan kemudia berkata : "Tante saya juga mau menjadi orang yang baik hati". Wartawan itupun menjawab, "Kamu memang orang yang baik. Orang baik harus saling membantu agar bisa berubah menjadi semakin baik".
Yu yuan dari bawah bantal tidurnya mengambil sebuah buku, dan diberikan kepada ke Fu Yuan."Tante ini adalah surat wasiat saya."
Fu yuan kaget, sekali membuka dan melihat surat tersebut ternyata Yu Yuan telah mengatur tentang pengaturan pemakamannya sendiri. Ini adalah seorang anak yang berumur delapan tahun yang sedang menghadapi sebuah kematian dan diatas ranjang menulis tiga halaman surat wasiat dan dibagi menjadi enam bagian, dengan pembukaan, tante Fu Yuan, dan diakhiri dengan selamat tinggal tante Fu Yuan.

Dalam satu artikel itu nama Fu Yuan muncul tujuh kali dan masih ada sembilan sebutan singkat tante wartawan. Dibelakang ada enam belas sebutan dan ini adalah kata setelah Yu Yuan meninggal. Tolong,… ..Dan dia juga ingin menyatakan terima kasih serta selamat tinggal kepada orang-orang yang selama ini telah memperhatikan dia lewat surat kabar. "Sampai jumpa tante, kita berjumpa lagi dalam mimpi. Tolong jaga papa saya. Dan sedikit dari dana pengobatan ini bisa dibagikan kepada sekolah saya. Dan katakan ini juga pada pemimpin palang merah. Setelah saya meninggal, biaya pengobatan itu dibagikan kepada orang-orang yang sakit seperti saya. Biar mereka lekas sembuh". Surat wasiat ini membuat Fu Yuan tidak bisa menahan tangis yang membasahi pipinya.

Saya pernah datang, saya sangat patuh, demikianlah kata-kata yang keluar dari bibir Yu Yuan. Pada tanggal 22 agustus, karena pendarahan dipencernaan hampir satu bulan, Yu Yuan tidak bisa makan dan hanya bisa mengandalkan infus untuk bertahan hidup. Mula mulanya berusaha mencuri makan, Yu Yuan mengambil mie instant dan memakannya. Hal ini membuat pendarahan di pencernaan Yu Yuan semakin parah. Dokter dan perawat pun secepatnya memberikan pertolongan darurat dan memberi infus dan transfer arah setelah melihat pendarahan Yu Yuan yang sangat hebat. Dokter dan para perawat pun ikut menangis. Semua orang ingin membantu meringankan pederitaannya. Tetapi tetap tidak bisa membantunya. Yu Yuan yang telah menderita karena penyakit tersebut akhirnya meninggal dengan tenang. Semua orang tidak bisa menerima kenyataan ini melihat malaikat kecil yang cantik yang suci bagaikan air. Sungguh telah pergi kedunia lain.

Dikecamatan She Chuan, sebuah email pun dipenuhi tangisan menghantar kepergian Yu Yuan. Banyak yang mengirimkan ucapan turut berduka citadengan karangan bunga yang ditumupuk setinggi gunung. Ada seorang pemuda berkata dengan pelan "Anak kecil, kamu sebenarnya adalah malaikat kecil diatas langit, kepakanlah kedua sayapmu. Terbanglah... "demikian kata-kata dari seorang pemuda tersebut.

Pada tanggal 26 Agustus, pemakaman Yu Yuan dilaksanakan saat hujan gerimis. Didepan rumah duka, banyak orang-orang berdiri dan menangis mengantar kepergian Yu Yuan. Mereka adalah papa mama Yu Yuan yang tidak dikenal oleh Yu Yuan semasa hidupnya. Demi Yu Yuan yang menderita karena leukemia dan melepaskan pengobatan demi orang lain, maka datanglah papa mama dari berbagai daerah yang diam-diam mengantarkan kepergian Yu Yuan.

Didepan kuburannya terdapat selembar foto Yu Yuan yang sedang tertawa. Diatas batu nisannya tertulis, "Aku pernah datang dan aku sangat patuh"(30 nov 1996- 22 agust 2005). Dan dibelakangnya terukir perjalanan singkat riwayat hidup Yu Yuan. Dua kalimat terakhir adalah disaat dia masih hidup telah menerima kehangatan dari dunia. Beristirahatlah gadis kecilku, nirwana akan menjadi lebih ceria dengan adanya dirimu.

Sesuai pesan dari Yu Yuan, sisa dana 540.000 dolar tersebut disumbangkan kepada anak-anak penderita luekimia lainnya. Tujuh anak yang menerima bantuan dana Yu Yuan itu adalah : Shii Li, Huang Zhi Qiang, Liu Ling Lu, Zhang Yu Jie, Gao Jian, Wang Jie. Tujuh anak kecil yang kasihan ini semua berasal dari keluarga tidak mampu. Mereka adalah anak-anak miskin yang berjuang melawan kematian.

Pada tanggal 24 September, anak pertama yang menerima bantuan dari Yu Yuan di rumah sakit Hua Xi berhasil melakukan operasi. Senyuman yang mengambang pun terlukis diraut wajah anak tersebut. "Saya telah menerima bantuan dari kehidupan Anda, terima kasih adik Yu Yuan kamu pasti sedang melihat kami diatas sana . Jangan risau, kelak di batu nisan, kami juga akan mengukirnya dengan kata-kata "Aku pernah datang dan aku sangat patuh".
-The End-
Bagaimana ceritanya? mengharukan bukan? Dan bagi kita yang sudah baca cerita di atas ini, kita harus bersyukur dengan apa yang kita miliki sekarang yaq. Banyak orang yang merasa putus asa dengan apa yang dihadapinya dan tidak melakukan apa-apa, tapi sebenarnya masih banyak yang bisa dia lakukan untuk orang-orang disekitarnya. Merasa dirinya banyak kekurangan dan bersedih tanpa melakukan apa-apa, padahal masih banyak orang yang lebih tidak beruntung daripada dia yang bisa memberikan hal-hal bagi orang lain. Contohnya: Mas Eko Ramaditya Adikara (seorang Tunanetra yang banyak menyumbangkan artikel-artikel yang bagus tentang perkembangan teknologi komputer). Jadi yang merasa matanya minus, rabun, dll tidak perlu berkecil hati dan menjadi malas untuk melakukan apa-apa. Kita harus percaya kita bisa dan pasti ada orang disekitar kita yang akan selalu mendukung kita. Ciao...
"The purpose of life is a life of purpose"
~(o^_^o)~

Sayang VS Cinta


Halo semua… FeNFenD Back…
Browsing-browsing n ketemu blog waktu jaman kuliahan dulu, diliat-liat, dibaca-baca kembali tiba-tiba jadi kagen lagi buat ketik-ketik, akhirnya diaktifkan lagi deh blog nya. Mudah-mudahan FeNFenD bisa terus aktif terus yah nulis blog. [nulis blog atau ketik blog yah yg benar? (^o^)? ]

Setelah sekian lama gak tulis blog apa ntar tata bahasanya sama seperti waktu jaman kuliahan dulu yaq? Hohoho… Setelah sekian lama gak tulis blog banyak perubahan yang terjadi dalam kehidupan FeNFenD, Baca ada di postingan terakhir sebelum ini FeNFenD merasa takut kedepannya harus gimana, tapi apa yang ditakutkan bisa lewat begitu aja dan sekarang merasa sangat bersyukur dengan apa yang ada. Ada gelar S.Kom yang di dapat, ada kerjaan tetap, ada orang yang sayang n cinta ma FeNFenD n FeNFenD juga sayang banget n cinta ma dia… (loh loh… kok jadi curhat gitu… jadi maluw… >,< ), dll dll...

Btw alias By The Way alias ngomong-ngomong (harap maklum yah gaya bahasa FeNFenD seperti anak muda, tapi aslinya memang masih muda kok, muda selalu… uhukk..uhukk) :p Sampai mana ya tadi? Oh iya.. Btw FeNFenD mo bahas ah tentang apa yang namanya “Sayang” dan "Cinta" itu?
Darimana sih perasaan sayang & cinta itu bisa muncul? Kenapa? Apa Sebabnya? Kapan Munculnya? Pada siapa atau pada apa? Dimana saat pertama kali muncul rasa sayang itu? Ya….semua itu mungkin setiap orang punya jawaban yang berbeda-beda n tergantung situasi dan kondisi. Jadi menurut FeNFenD kata “sayang” & "cinta" itu artinya luas sekali. Apa sih beda sayang dan cinta itu sebenarnya? Hmm... (berpikir keras)

Ya seperti dulu aja deh, biar menarik diselipin ama cerita aja yaq… cerita ini FeNFenD dapat dari email yang diforward dari teman… Yuq qt simak cerita di bawah ini. ^^


Seorang murid bertanya kepada gurunya, apa bedanya cinta n sayang?Lalu guru itu membawa murid itu ketepi hutan, lalu berkata kamu masuk hutan itu, aku akan menunggumu di ujung hutan sebelah sana. Kamu petik SATU ranting yang kamu anggap bagus, tapi kamu tidak boleh melihat ke belakang. Nanti kamu serahkan ranting itu ke saya. Ingat kamu tidak boleh memetik ranting dua kali

”Lalu murid pun masuk hutan dan mulai memilih ranting. Setiap kali ia hendak mengambil ranting, ia berpikir bahwa di depan masih ada ranting yang lebih baik lagi. Maka ia selalu mengurungkan niatnya untuk mengambil ranting. Sampai akhirnya ia sampai di ujung hutan tempat gurunya menunggu, ia tidak membawa sebatang ranting pun.

Guru: kenapa kamu tidak membawa ranting?

Murid: karena, setiap kali saya ingin mengambil ranting, saya berpikir bahwa di depan saya akan menemukan yang lebih baik, sehingga saya tidak jadi mengambil ranting yang itu.

Guru: itu lah sayang…

Murid: lalu cinta itu apa?

Lalu guru menyuruh muridnya melakukan hal yang sama sekali lagi. Pada saat murid menemukan ranting yang di anggap baik, ia mengambilnya dan tidak menoleh ke ranting yang lain lagi. Lalu ia menyerahkan ranting itu kepada gurunya.

Guru: kenapa kamu ambil ranting yang ini? Sepertinya banyak ranting yang lebih bagus…

Murid: ya, tapi saya takut saya tidak akan menemukan ranting yang lebih baik lagi jika saya tidak mengambil ranting yang ini.

Guru: itu lah cinta… kamu memilih ranting yang ini dan kamu tidak memaling kan wajahmu ke ranting yang lain. Kamu menerima kelebihan & kekurangan ranting ini…



Nah bagaimana ceritanya? Menarik gak? hohoho...

Ya FeNFenD rasa definisi buat kata "sayang" dan "cinta" itu pasti berbeda-beda sesuai situasi dan kondisi juga. Mungkin dari 10 orang definisi yang diberikan juga bisa 10. N sebagai tambahan dari FeNFenD "sayang" dan "cinta" adalah hal yang sangat indah, tapi gak bisa selalu membuat qt tesenyum atau tertawa malah bisa membuat qt sedih atau marah. Percaya gak? hohoho...
Sekian dulu ah pembahasan tentang ini, klo dibahas terus pasti gak bakal selesai-selesai n buat jadi makin kangen ma si dia... upss... jadi maluw... (>,<)

~(o^_^o)~

Thursday, December 08, 2005

?_?

ehemmm... udah lama FeNFenD ga ketik blog juga yah... huehehehe kira-kira ada 4 bulan kali ya... Padahal udah ganti kulit blognya thuuuu... pertama-tama saya ucapkan terima kasih kepada orang yang mengganti kulit blog beberapa bulan yang lalu... (hohohoho gpp kali ya terima kasih nya telat daipada ngak sama sekali) ^^v terima kasih yak jeng aLioV a.k.a Ncy a.k.a dudud. =P~
Sebagai informasi saja beberapa bulan ini ga ketik-ketik blog lagi karena ada beberapa hal yang menghambat yang paling utama karena inet kaga pernah beres dari masalah-masalah... huhuhu beginilah nasib inet di indo... T_T terus ya sekarang udah banyak kesibukan yang menghampiri hidup sayahhhh inihhh... Hari untuk Skripsi semakin dekat... udah mulai pilih pilah pekerjaan n ya gitu deh... uhukk uhukkk untuk hidup masa depan yang lebih cerah... Jadi dapat dikatakan banyak hal yang berubah belakangan ini... gak seperti dulu bisa chit chat ampe pagi... main-main game, dll dsb d. hohohoho
Terus-terus kok tiba-tiba FeNFenD ketak ketik blog lagi sekarang.... huhuhuhu.... itu... itu... karena sa...sa...ya.... huehueheuehhue lagi pengen ajahhhh thuuuu.... n selagi inet rada lancar sekarang... teyus karena hari ini off class n udah terlanjur bangun n gak tau mo napain... getooo lhooo....
Hmm... ngak terasa juga yah waktu berlalu begitu cepat, kehidupan juga semakin berubah sedikit demi sedikit. Tiga bulan lagi udah siap-siap mulai skripsi... terus satu tahun kemudian mungkin sudah diwisuda dan gak tau juga d gimana kelanjutannya. Perasaan makin bercampur aduk kadang bingung + bimbang. Mungkin begitulah kalau sudah mau memasuki hidup baru (bener gak yah klo udah selesai kul n sudah mulai ker itu sudah termasuk kehidupan baru?) huehehehehe... ya tapi mau gak mau juga harus melewati masa-masa begini kali yah dalam hidup ini.
wa........ jadi rada takut juga uii.... @_@ bayangkan aja kita udah memulai sesuatunya dari nol dan waktu tetap berjalan terus tanpa menunggu kita. hiksss hiksss langkah apa yak yang harus diambil untuk bisa mengembangkan 'nol' itu? haiyah..... lama-lama bisa desperate berat juga, sekarang sich mungkin masih bisa senyam senyum tapi ntar... ntar... gimana yak? huahahaha
Hmmm... jalanin dulu d apa yang ada sekarang sambil mikir-mikir ke depan tentunya mo gimana lagi... huehehehe.
Ok... segitu dulu deh ketik-ketiknya soalnya udah banyak tugas yang menunggu...
ciaoooo....

Thursday, August 18, 2005

B+U+L+A+T

Huaaaaaaaaaa.... balik lagi ketik-ketik di blog inih... huhuhu... sebel d ahhh beberapa hari yg lalu ada ketik n udah di post bisa-bisanya ilang gitu ajah malah ga ada back up lagi... sebel akoe... keki akoe... benci.... =P~ Oh... ya kemarin itu sebenarnya cerita tentang yang bulet-bulet...

Err... rada lupa sih kemarin yg diketik apa ajahhh... Ya terus... terus... FenFend cerita2 dulu d... Hmm.. di tgl 17 bulan Agustus tahun 2005 bangun pada jam 10.30 n buka tipi n masi ga sadar klo 17 Agustus itu tanggal merah karena hari Peringatan Kemerdekaan Indonesia... hohoho sadarnya pas liat acara tipi ada berita ttg upacara bendera di istana merdeka Jakarta. Terus... setelah nonton berita bentar FenFend gosok gigi, mandi, terus pake pakaian, terus jalan keluar mo cari makan... dan astaga!!! pas jalan beberapa meter denger orang teriak-teriak, ga tau d teriak apa (waktu itu noleh kiri kanan liat di mana sumber suaranya) n... n... ternyata di samping tanah kosong toh ada abang-abang n mbak-mbak adain acara 17-san. Teyuss yahhh telnyata yg teliak itu abang-abang yg pake pakaian cewe main sepak bola plastik. Terus skr jam 2.40 pagi tgl 18 Agustus juga masi nonton sepak bola sambil ketik-ketik blog inihhhh... seru uiii bolanya Irlandia vs Italia, babak pertama score 1 - 2.

Ok... ok... segitu aja kali ya ceritanya. hahahaha ya setelah melihat bola beberapa kali hari ini akhirnya keinget yg bulat-bulat yg dibahas di blog n hilang itu. Begini loh klo ga salah kemarin ada bahas ttg bakso, bola basket, dan cem-macem lah... Ya akhir-akhirnya biasalahh FenFend hubung-hubungin itu ke masalah hidup. Apakah hidup kita ini bulat? kan kata orang-orang kadang kita berputar ke bawah dan kadang ke atas ke kiri ato ke kanan. :P~ Hmm... tapi klo di pikir-pikir klo hidup itu bulat gak ada akhirnya dunk? akhir... dari masalah hidup, akhir dari cerita hidup, akhir dari keinginan hidup dan sebagainya. Terus ada istilah pikiran saya sudah bulat ato tekad saya sudah bulat... hmm... apa dunk maksud dari bulat itu apa masih berputar-putar? hohoho.... ya maksud sebenarnya mungkin sudah pasti dan yakin walau apapun yg akan terjadi... nahh kok bisa gitu ya? bulet kok pasti? pasti apanya coba? hihihi... ya dah ahh bingung juga mo bahas yg bulat-bulat...

Ya gimanapun hidup ini memang banyak misteri dan kata-kata yang kita tidak mengerti... kadang klo udah kita bilang benar orang lain salahin, klo kita bilang salah eh... ada yang bilang itu benar... terus klo kita diem dianggap gimana gitu klo komentar ya dianggap gimana juga ttg komentar kita... weleh-weleh seharusnya gimana dunk klo kita mo berkata-kata ato bersikap? apa harus kita lakukan sesuai pemikiran kita sendiri atau harus liat "kiri kanan" dulu? apakah kita harus tempatkan bulatan di kotak atau kotak di dalam bulatan? hiakhiakhiak... apa cuexxx is the best yahhh untuk kehidupan seperti sekarang ini? yahhhhh... tapi klo hidup cuexx dan tanpa ada penjelasan kurang seru juga kali ntar dikira sombong... huahahaha.

"kamu tidak dapat memperoleh karakter tanpa menempanya; dan apa yang kamu tempa bentuknya pasti akan berubah seiring waktu yang mungkin akan mengikis atau menambalnya"

That's all
C Ya... di blog yg akan datang.... wakakakaka
-----Poof-----

Tuesday, July 19, 2005

_PencariaN_

huehehehe... akhirnya saya kembali lagi setelah sekian lama bertualang... ya bertulang menghadpi ujian dll lah... skr sih masih tetap bertualang... bertualang lagi untuk melewati semester pendek yang rada membosankan karena harus belajar akuntansi lagi... huhuhu... ini FenFend ketik-ketik lagi di blog ini ya karena ada sesuatu yang menurut ku menarik sih makanya ketik-ketik lagi... ok ok sebelum itu ya biasalah FenFend akan memberikan sebuah cerita dulu agar lebih menarik... ok begini ceritanya...

Seribu tahun yang lalu ada 2 filsuf bertemu di suatu lereng gunung. Terus selama di perjalanan untuk mendaki gunung si filsuf 1 (f1) bertanya kepada filsuf 2 (f2) "Kemana engkau akan pergi?" f2 menjawab "ahh... mo tau aja kamu" f1 berkata lagi " loh kok kamu gitu sih jawabnya?" f2 berkata "so what gitu loh?" f1 menjawab "no what what sih, cuma pengen tau n tanya aja, mank ga boleh tanya ya?" f2 berkata "kenapa... tidak...? tapi apa perlu saya jawab pertanyaan mu?" f1 menjawab "ya klo bagi saya sih perlu" f2 bertanya lagi "emank klo aku jawab kamu bisa puas? apa ada jaminannya juga? klo gak mohh ahh..." f1 berkata "uuuuhhhhhhhh kok segitunya sih ke aku? masa jadi seorang filsuf gitu jawabnya?" f2 berkata "hahahaha... kok kamu juga gitu masa jadi filsuf sensian... bwek... hehehe canda-canda. Iya d aku jawab, aku kesini mo mencari mata air yg katanya sih ajaib dan konon yang minum air itu cintanya akan awet... klo kamu?" f1 menjawab "mencari misteri tentang kehidupan"

Selama perjalanan mereka terus membahas tentang apa yang mereka cari dan karena keduanya sama-sama filsuf ya tentunya mereka ga mau kalah satu sama lainnya, akhirnya terjadilah argument-argument juga... dan argument mereka itu di dengar seorang pertapa tua di gunung. Kemudian pertapa itu mendekati mereka dan bertanya "ada apa toh kok saling beragument di gunung ini? bukankah kalian mo mencari sesuatu di gunung ini? mungkin apa yang kalian cari itu sama cuma cara mengungkapkannya beda. Ingat loh yang kalian cari saat ini hanya satu dan itu berada dalam diri kalian berdua. Ok d klo begitu saya yang tua ini mungkin terlalu mencampuri urusan kalian so... cabut dulu ahhh yooo mann peaceee... hope c ya soon beibehh"

Dua filsuf itu terdiam sesaat melihat pertapa tua itu kemudian saling memandang dan akhirnya tertawalah mereka. Lalu salah satu dari mereka berkata, "Jadi sekarang akankah kita berjalan dan mencari bersama-sama?" dan filsuf satunya menjawab "loh siapa takut, gue gitu loh..."

-The End-

Ya begitulah ceritanya... intinya sih cuma tentang "mencari,mencari, dan mencari". Sebenarnya kita hidup ini penuh dengan pencarian kan? dari pencarian tentang jati diri kita sesungguhnya, pencarian tentang cinta, pencarian tentang kebahagiaan, dan cem macem lah... Terus menurut FenFend cerita diatas ada benernya juga sih toh saya yang karang-karang cerita nya. huahahaha ya ga semua sih dikarang-karang, tapi ya menurutku sih apa yang kita cari di dunia ini pasti cuma untuk 1 tujuan, tujuannya yaitu mendapatkan sesuatu yang lebih baik dari sekarang ini. Ya ini menurut pemikiranku ajahhh loh... misalnya aja kita sudah mendapatkan pekerjaan terus ya karena udah kerja n pulangnya capek kepinginnya cari orang yang bisa care ama kita n bisa mengusir kepenatan kita waktu pulang kerja dst.. dst... lah.

Ya bagaimanapun sebenarnya keinginan untuk mencari itu gak bakal habis lah... toh namanya juga manusia segala sesuatu yang sudah dia dapat pasti gak akan memuaskannya... sebenarnya dan seharusnya manusia tidak perlu kata "puas" toh manusia sendiri gak bakalan puas, ya menurutku "puas" itu muncul cuma untuk waktu yang sesaat seterusnya mungkin mo cari yang lebih lagi kan? dan menurutku kata "puas" itu cuma menunjukkan rasa syukur manusia aja karena saat itu dia susah menerima apa yang dia mau... tul gak tul gak... huehehehe... Yo dah lah selesai sudah pokok bahasan untuk saat ini klo lom puas mari kita mencari bersama-sama. Ok semoga apa yang saya ketik-ketik ini dapat memberikan sesuatu lah bagi yang membacanya... ok ciaoooo n c ya beibehhhh..... :D

Thursday, June 23, 2005

W.a.k.T.u

Hohohohoho... kembali bersama saya FenFend disini pada waktu yang berbeda dan tempat yg sama. Yahhhh... hampir 1 bulanan FenFend ga tulis blog ini karena biasa lah... orang sibuk gituuuu lhoooo :-P

Sekarang tanggal 22 Juni 2005, pagi harinya saya bangun jam 8.30 wib terus berjalan ke kamar mandi untuk gosok gigi n cuci muka, terus... terus... sesudah itu saya berjalan keluar kamar memanggil teman saya untuk bersiap-siap berangkat main bandminton (hiksss setelah sekian lama akhirnya saya bermain bandminton lagi). Ya emank ga berasa waktu lewat begitu saja... sehari-hari lewat begitu cepatnya tanpa terasa udah semester 6, terus sekarang mulai menghadapi ujian akhir semester... dan... dan... semester 7 sudah menanti di depan. Haiyahhhhh bener-benar waktu terus berjalan n berputar terus menerus. hohoho sebenarnya waktu berjalan atau berputar ya? ^o^

Setelah FenFend pikir-pikir apakah waktu itu maka dapat disimpulkan bahwa sesungguhnya menurut FenFend waktu adalah sesuatu yang membuat kita terus berkembang... ya bisa aja berkembang dalam hal apa saja, misalnya tubuh, pemikiran, perasaan, dll lah. Tapi berkembang belum tentu kita berkembang selalu ke keadaan yang positif, bisa aja negatif juga.

Ok ok berbicara soal waktu mungkin ga bakal selesai begitu saja. So... untuk menghemat waktu saya sudahi dulu menulis tentang waktu karena waktu sudah menunjukkan pukul 22.31 dan klo ada lain waktu mungkin saya akan membahas tentang masalah waktu ini lagi. Sekian dan terima kasih atas waktu yang diberikan untuk menulis blog ini. Terus terima kasih juga untuk pembaca sekalian yang menyempatkan waktu untuk membaca blog FenFend. ok c ya n sampai jumpa di lain waktuuuuuuuu...

Monday, May 16, 2005

Pergi Untuk Kembali ?

Huahahaha... terbangun lagi subuh tepatnya jam 03.38. Hickssss... kok bisa bangun jam segitu lagi yah? haiyahhh... karena bingung mo napain akhirnya ya ketik-ketik di blog ajahh... habis ga ada yang bisa diganggu pagi-pagi gini sichh` masi pada molor kale yach... ~_~. Err... rencana habis blog sich mo nonton film... film fung yuen alias film pendekar awan dan angin yang part 2. hohohoho... semoga masih bagus deh seperti yg part pertama.

Hmm.. Skr ketik-ketik sambil dengerin lagu Ello dengan judul "Pergi Untuk Kembali" dan akhirnya terinspirasi untuk judul blog ini. =P Ini FenFend masukin lyric lagunya deh sapa tahu ada yang mo nyanyi sambil baca blog. (huahahaha... ada gak ya yang bisa nyanyi sambil baca? )

Walaupun langit pada malam itu Bermandikan cahaya bintang Bulan pun bersinar,
betapa indahnya Namun menambah kepedihan

* Ku akan pergi meninggalkan dirimu Menyusuri liku hidupku
Janganlah kau bimbang dan jangan kau ragu Berikanlah senyuman padaku....

# Selamat tinggal kasih sampai kita jumpa lagi Aku pergi tak kan lama
Hanya sekejap saja ku akan kembali lagi Asalkan engkau tetap menanti...

Cukup simple juga ya lyricnya? kayanya yang bikin lagu lagi ga ada ide kali yachhhh? =P~ simple is the best dah.... ^o^v hoehoehoehoe uhukk uhukk... "Pergi Untuk Kembali" ? Hmm.. menarik juga kali yah klo membahas kalimat tersebut... Ya... Menurut FenFend sih semua yang pergi akan tetap kembali, contohnya manusia hidup di bumi dan klo dah "ekk okk" alias meninggal dunia pasti balik lagi menjadi bagian dari bumi. Menurut ilmu yang FenFend pelajari (gak tau deh ilmu apaan? -_-') Klo manusia itu memiliki segala sesuatu yang ada di alam ini, contohnya air ada di tubuh manusia, besi (manusia memiliki zat besi kan?), tanah (didalam tanah ada zat2 seperti fosfor, asam ,dll kan?) nah ditubuh manusia juga ada thuuuuuu` Terus... kembali ke permasalahan awal tadi, manusia meninggal n kembali menjadi bagian alam ya menurutku sih sah-sah ajahhhh biar alam tetap seimbang. hohoho... (#&*$^&*#$ huahaha ruwet juga mo jelasinnya semoga yang baca ga ruwet ya...)

Terus kenapa yah banyak yang beranggapan klo sudah pergi pasti tidak ada yang namanya kembali? (apalagi soal cinta2an? (fiuh.... menarik napas panjang)). Ya mungkin cara berpikir seseorang kali yah yang mempengaruhi itu. Coba kita pikirkan kembali deh klo kita futus cintah kadang ada orang yang merasa semua udah berakhir dan tidak ada yang namanya kata "cinta" itu lagi (cinta aja gak ada apalagi mo dapatkan cinta sejati?) -_-? hmm..... pusinggggggggggggggg... huehehehe. Ya menurut FenFend sih sebenarnya itu gak salah juga sih klo ada yang mo berpikir gitu, toh... gak ada gunanya juga menyalahkan orang lain habis sendiri aja belum tentu benar. =P Tapi... tapi... klo kita selalu berpikir klo yang "pergi" itu gak bakal "kembali" ya otomatis deh di dalam diri kita udah tertanam kata yang namanya "berakhir sudah". Tapi ingat sebenarnya cinta itu tidak akan berakhir dan kita tidak akan pernah lepas dari apa yang namanya cinta itu, karena setiap hari kita selalu menerima atau memberikannya pada sesama dan diri kita sendiri. Terkadang kita tidak menyadarinya, misalnya aja kita membenci seseorang. Kita benci karena kita cinta pada diri kita sendiri, jadi kita tidak bisa menerima apa yang orang lain katakan atau perbuat karena ingin mempertahankan apa yang menurut kita "benar" itu sehingga timbullah rasa benci itu. Nah loh bingung gak tuh? semoga ngak deh. huehehehe (^0^)--V (wahhh dapat satu papatah deh dari kalimat diatas "Cinta itu Bertahan terhadap Diri kita sendiri dan Orang lain") huahahaha jayuzz gak yahhh... @_@

Hmm... kembali ke permasalahan awal tadi mengenai kalimat "Pergi Untuk Kembali" sebenarnya FenFend setuju-setuju aja sih, tapi klo FenFend pikir kembali dari sudut pandang yang lain ya... sebenarnya sih gak ada kata "pergi" thuuuuuuu`. Mungkin kata "pergi" ada karena ada kata "Pulang/kembali", karena di dunia ini tidak ada kata yang tidak memiliki lawannya misalnya hitam lawannya putih, keras vs lembut, cinta vs benci , dll deh. ^o^ Ya... daripada kita pusing-pusing mikirin yang pergi dan tak kembali lagi... ya mending kita mikirin aja bagaimana kita kembali menjadi diri kita sendiri.
"Manusia itu seperti jendela kaca yang diberi warna. Ia akan berkilau dan bercahaya saat matahari bersinar (tapi kacanya harus sering di lap loh... hohohoho) tapi saat kegelapan datang, keindahan sejatinya akan nampak bila terpencar sinar dari dalam"
Ok... deh cukup sekian dulu deh ketik-ketik blognya... Have A Nice day All. =)

Saturday, May 07, 2005

(o -_-)?' ' '

Ya.... kembali bersama FenFend disini... Hmm... liburan panjang nih blognya (maklum baru selesai ujian n malas mo ketik-ketik di blog) huehehe... ini lagi pengen ketik-ketik karena ga bisa tidur thuuuuuuuuuu` n rada stresss... karena suatu hal hicksssssssssssss` kena imsonia kali nih bangun mulu tengah malam. ~_~. Er... mo tulis tentang apaan yah (Garuk2 kepala dulu) @_@

Hmm... cerita apa yachhhh (sambil minum air putih). Ya berhubungan FenFend sering bangun di tengah malam ya ceritain yang pernah FenFend baca ah klo gak salah judulnya "Bangun Lagi" Begini ceritanya...

Seorang imam muda diundang untuk memberikan renungan di sebuah Rumah Tahanan (Rutan). Berhari - hari iya berusaha mencari ilustrasi yang cocok untuk bisa menggugah hati para penghuni rutan yang sudah stess berat dan merasa tertekan. Ketika memasuki ruangan, dia sudah merasakan dinginnya suasana, yang terbaca jelas pada wajah mereka. Imam itu memulai dengan sebuah doa pribadi dalam hati sebelum melangkah ke mimbar, tempat dia membawakan renungannya (sampai saat ini iman tersebut belum mendapatkan ilustrasi apapun). Pada anak tangga yang terakhir dia terantuk dan jatuh terguling sampai ke bawah dengan segala pakaian dan buku yang dibawanya. Para tahanan pun tertawa melihat kejadian itu dan suasana yang dingin itu hilang begitu saja dengan adanya suara tertawa para tahanan. Imam muda itu bangun sambil menahan sakit saat dan dia tetap menuju mimbar. Diawali dengan senyuman imam itu memandang para tahanan sambil berkata, "Saudara - saudara, mengapa saya datang kesini? Saya ingin menunjukkan kepada kalian bahwa orang bisa bangun lagi, biar sudah jatuh berulang - ulang" Sesudah membawakan renungan itu imam menarik napas dengan lega *hmphh... fiuh.....* (begini kali ya kira-kira suara tarikan napas klo diketik.. =P) cara karena dia sendiri bisa "bangun" (alias mendapatkan ide disaat itu).

Sekian ceritanya... huehehehe. Ya... cerita ini sih biasa-biasa aja menurutku soalnya "mungkin" semua juga tahu kalau manusia itu bisa "bangun" kembali jika terjatuh. Tapi untuk "bangun" jika sudah terjatuh di tempat yang sama dan berulang-ulang susah kali ya, yahhhh tapi tergantung masing-masing mental dan pemikiran orang lah tentang masalah jatuh bangun ini (wew jadi pengen denger lagu dangdoet yang "jatuh bangun aku mengejarmu" hahaha) *error* . Kalau yang selalu optimis ya gak ada masalah thuuuuuu` tentang hal yang demikian tapi kalau orang yang selalu pesimis gimana yach? Hmm... mungkin satu-satunya jalan ya mencoba menjadi optimis dulu baru bisa. hohohoho... n ingat loh "kemutlakan bukanlah milik kita saja oleh karena itu kita tidak boleh menjadi hakim pada setiap orang yang belum bisa "bangun dari tidurnya" tetapi kita harus memahami mereka dan itulah yang "mungkin" akan membuat mereka paham kalau mereka masih tidur" UIIIIII BANGUNN BANGUNNNN!!! hiksss temenin dunk gak bisa bobo neh... (o^_^)--V

Yachhhh udah lah sekian dulu ketik-ketiknya... thaaaaaa.... brummmm... ngenggg... din... dinnn... ciiiittttttt.... fiuhhh. ^o^

Tuesday, April 12, 2005

..::Habit::..

Hohohoho i'm backkkkkk... Setelah sekian lama absen dalam dunia per-blog-kan kini saya hadir kembali lagi. ^o^ sory... sudah lama tidak hadir karena banyak halangan-halangan dan alasan-alasan tertentu yang mendukung absen dari dunia ini. Kali ini fenfend akan membawakan cerita tentang "habit" alias kebiasaan. Kebiasaan sebenarnya apaan sih? Ya menurut saya sih kebiasaan adalah kegiatan/perbuatan yang sudah tertanam dalam setiap diri manusia. Jadi ya menurut fenfend sih susah kalau manusia bisa mengubah kebiasaan tanpa suatu paksaan dan dorongan dari seseorang. Contohnya aja orang yang suka pergi tanpa pamit2. hohoho... ya mungkin bagi dia sih itu bukan suatu hal/kebiasaan yang buruk, mungkin menurut dia hal tersebut tidak merugikan orang lain tapi bagi orang tertentu nge-bt-in kali yachhhhhh` hehehe ya jadi menurutku sih gpp kali mengutarakan atau secara langsung dan sering mengingatkan dia akan kebiasaan yang "jelek" itu dengan catatan anda tahu bagaimana sifat dan pemikiran orang tersebut. Toh demi kebaikan orang itu juga so... "why not?". Tapi untuk mengubah kebiasaan orang atau kebiasaan kita sendiri sebenarnya bukan hal yang gampang, kita harus berpikir terbuka dan harus benar-benar bersabar dalam hal ini jangan hanya bisa berharap akan segera mendapatkan hasil yang memuaskan. ^^


Oh... ya tentang kata "berharap" jadi ingat ada temen yang bertanya tentang apa arti dari "wish n hope" lalu "destiny n fate" Err... gimana ya? ada yang mengatakan wish itu hanya angan-angan dan hope itu harapan so... menurut pemikiran fenfend ada betulnya juga wish itu susah sekali untuk mendapatkannya walaupun sudah dengan segala upaya tetapi hope bisa didapatkan kalau kita benar-benar memiliki usaha dan upaya yang keras. Terus ada yang mengatakan destiny dengan fate itu sama gak ada bedanya, tapi menurutku sih ada perbedaannya destiny lebih mengacu pada hal yang lebih positif dan fate benar-benar ke arah negatif. Ya tapi arti itu cuma menurutku saja kalau ada saran tentang kata "hope, wish, fate, & destiny" masukin aja ke comment. hohohoho.


Tidak ada yang "salah" dan "benar" dalam dunia ini. Kata "salah" dan "benar" itu sebenarnya hanya timbul dari pemikiran manusia yang pada dasarnya selalu menciptakan dan memunculkan "perbedaan". Kehidupan ini penuh dengan kata-kata yang bertentangan dan kata-kata itu kita tidak tahu akan kebenarannya jadi berpikirlah secara bijak karena bijak adalah membuat sesuatu yang tidak ada menjadi ada.

Sunday, March 27, 2005

@_@? hicksssssss` bingung

Hohohoho udah lama yachhhhhhhhh` ga tulis blog habis ga sempet mulu, hicksssssssss` banyak tugas-tugas kul sichhhhhhh` sekarang. =P Oh ya Happy Easter ya bagi yang merayakannya. GBu all. O ya belakangan ini juga sibuk ke Gereja mulu dari kamis ampe sekarang pergi terus. errr... sebenarnya ke Gereja bukan suatu kesibukan sih, ya tapi apa ya? er... ga tau deh bingung nechhhhhh` mo jelasinnya. ^o^

Hmm... mo tulis apa lagi ya? bingung lagi nechhhhhhhhhh` hicksssssssss. Ya dah lah tulis cerita aja yang ga tau dapet dai mana. Begini ceritanya...

Suatu ketika, hiduplah seorang tua yang bijak.Pada suatu pagi, datanglah seorang anak muda yang sedang dirundung banyak masalah. Langkahnya gontai dan air muka yang ruwet. Tamu itu, memang tampak seperti orang yang tak bahagia. Tanpa membuang waktu, orang itu menceritakan semua masalahnya.Pak Tua yang bijak, hanya mendengarkannya dengan seksama.
Ia lalu mengambil segenggam teh, dan meminta tamunya untuk mengambil segelas air. Ditaburkannya teh itu kedalam gelas, lalu diaduknya perlahan."Coba, minum ini, dan katakan bagaimana rasanya..", ujar Pak tua itu."Pahit. Pahit sekali", jawab sang tamu, sambil meludah kesamping.Pak Tua itu, sedikit tersenyum. Ia, lalu mengajak tamunya ini, untuk berjalan ke tepi telaga di dalam hutan dekat tempat tinggalnya.
Kedua orang itu berjalan berdampingan, dan akhirnya sampailah mereka ke tepi telaga yang tenang itu. Pak Tua itu, lalu kembali menaburkan segenggam teh, ke dalam telaga itu. Dengan sepotong kayu, dibuatnya gelombang mengaduk-aduk dan tercipta riak air, mengusik ketenangan telaga itu. "Coba, ambil air dari telaga ini, dan minumlah.Saat tamu itu selesai mereguk air itu, Pak Tua berkata lagi, "Bagaimana rasanya?"."Segar.", sahut tamunya.
"Apakah kamu merasakan teh di dalam air itu?", tanya Pak Tua lagi. "Tidak", jawab si anak muda. Dengan bijak, Pak Tua itu menepuk-nepuk punggung si anak muda. Ia lalu mengajaknya duduk berhadapan, bersimpuh di samping telaga itu. "Anak muda, dengarlah. Pahitnya kehidupan, adalah layaknya segenggam teh, tak lebih dan tak kurang.
Jumlah dan rasa pahit itu adalah sama, dan memang akan tetap sama. Tapi, kepahitan yang kita rasakan, akan sangat tergantung dari wadah yang kita miliki. Kepahitan itu, akan didasarkan dari perasaan tempat kita meletakkan segalanya. Itu semua akan tergantung pada hati kita. Jadi, saat kamu merasakan kepahitan dan kegagalan dalam hidup, hanya ada satu hal yang bisa kamu lakukan.
Lapangkanlah dadamu menerima semuanya. Luaskanlah hatimu untuk menampung setiap kepahitan itu." Pak Tua itu lalu kembali memberikan nasehat. "Hatimu, adalah wadah itu. Perasaanmu adalah tempat itu. Kalbumu, adalah tempat kamu menampung segalanya. Jadi, jangan jadikan hatimu itu seperti gelas, buatlah laksana telaga yang mampu meredam setiap kepahitan itu dan merubahnya menjadi kesegaran dan kebahagiaan. "Keduanya lalu beranjak pulang. Mereka sama-sama belajar hari itu. Dan Pak Tua, si orang bijak itu, kembali menyimpan "segenggam teh" untuk anak muda yang lain, yang sering datang padanya membawa keresahan jiwa.

Hmm... boleh juga ceritanya, ya bagaimana pun kita sebagai manusia pasti tidak akan terlepas dari kesusahan ato kepahitan hidup, ya tergantung kita thuuuuuuuuuu` bagaimana menghadapinya dan bagaimana kita berpikir ke arah yang tepat untuk menyelesaikan segala masalah yg kita hadapi itu n ingat tidak semua masalah bisa diselesaikan diri sendiri loh, terkadang kita perlu seorang untuk mendampingi dalam menyelesaikan masalah kita. Begitulah uniknya hidup manusia yang saling membutuhkan dan tidak mungkin bisa hidup sendiri tanpa orang lain ^^. Ok sekian dulu deh. Zzz..........