Friday, December 10, 2010

Nikmati Hidup Ini

Yoo.. Bersama FeNFenD disini... Let's check this out!!!

Alkisah ada 2 orang anak yang pergi ke suatu bukit yang penuh dengan buah-buahan. Sepanjang bukit itu penuh dengan beraneka ragam pohon yang penuh dengan buah-buahan. Kedua anak itu masing-masing membawa tas.

Anak pertama berjalan dengan sangat cepat dan begitu tergesa-gesa untuk mengumpulkan buah-buahan yang ada di pohon-pohon di atas bukit itu. Dengan harapan dia bisa lebih cepat turun dari bukit terlebih dahulu dan menikmati buah-buah yang dia petik itu. Akhirnya dia kecapean karena berlari dari pohon buah satu ke pohon buah yang lainnya untuk memetik buah-buahan yang dia inginkan.

Akhirnya, sampailah dia di lereng bukit. Dia bertemu dengan seorang kakek tua yang menyapanya:
"Nak, mengapa napasmu terengah-engah dan terlihat sangat cape sekali?"

Anak itu menjawab :
"Aku kelelahan karena mengumpulkan buah-buahan ini di atas bukit ini barusan"

"Sudahkah kau mencicipi buah yang kau petik itu? Apakah rasanya manis dan segar?" tanya sang kakek.

"Belum... aku sibuk mengumpulkan buah-buahan ini dari pohon satu ke pohon yang lainnya"

Kemudian datanglah anak kedua dengan santai dan dengan wajah yang begitu ceria serta santai. Anak itupun berkata pada anak pertama :
"Wah... ternyata bukit ini penuh dengan pemandangan yang indah, ada banyak burung-burung yang indah dan berkicau riang gembira. Dari puncak bukit ini bisa terlihat seluruh desa dan danau yang begitu jernih dan indah, juga ada kelinci dan rusa yang bermain dengan riang di atas sana. Tentunya sambil berjalan aku sambil menikmati semua itu dan tidak lupa juga menikmati kesegaran buah-buahan yang aku petik. Betapa indahnya semua ini."

Dan sang kakekpun berkata :
Anak-anak, inilah yang dinamakan kehidupan. Yang terpenting adalah bagaimana proses perjalanannya, bukan tujuan yang utama. Karena cepat atau lambat semua akan sampai pada tujuannya. Tetapi proses perjalanan, pengalaman dan kenangan yang kita lalui tidak dapat terulang kembali. Ada yang sibuk mengumpulkan sesuatu yang menurutnya berharga tetapi tidak menikmatinya dan mengabaikannya, padahal di sekitar kita banyak sekali harga karun yang sangat berharga. Tetapi karena kita terlalu sibuk kita melupakan dan melewatkan semua itu dan akhirnya penyesalan datang belakangan karena tidak bisa menikmati hidup yang sudah kita lewati itu. Nikmatilah hidupmu anak-anak, belakulah seperti anak-anak disaat kalian masih anak-anak dan berlakulah sebagai orang dewasa jika kalian sudah dewasa."


Yupe.. benar sekali apa kata sang kakek pada cerita di atas. Kadang kita lupa dan begitu ingin segera mencapai suatu tingkatan atau tujuan sampai akhirnya kita melupakan orang disekitar kita, orang tua, pacar atau istri, saudara-saudari, anak-anak dan lingkungan masyarakat di sekitar kita. Dan akhirnya di saat kita kehilangan mereka kita baru sadar dan menyesal. Semoga dengan cerita di atas kita bisa tahu porsi dalam kehidupan kita dan bisa membaginya dengan benar serta tepat. Dan ingatlah di dunia ini tidak semua hal bisa kita dapatkan.


"Bersyukurlah untuk hal yang kita dapatkan hari ini dan rasa syukur itu adalah pengendali kita dalam melakukan hal lainnya."


Salam FeNFenD
~(o^_^o)~